Tiga puluh menit kemudian, Afisha dan Ayesha sampai rumah. Mobil mamanya telah terparkir di depan gerbang, seketika ketakutan menghantui mereka. “Tenang, Sha,” ucap Afisha. Ayesha mengangguk kemudian turun dari mobil. Dia berjalan masuk penuh waspada. Tapi saat melewati ruang tengah hingga menaiki tangga dia tidak berpapasan dengan mamanya. Ayesha seketika berjalan cepat dan masuk ke kamar. Dia langsung bergegas mandi agar mamanya tidak curiga. Setelah mandi, gadis itu dibuat kaget karena mamanya tahu-tahu duduk di ranjang. Ayesha tersenyum tipis kemudian menutupi rasa takutnya. “Mama udah makan malam?” tanyanya basa-basi. Mama Ayesha tidak menjawab dan sibuk mengotak-atik ponsel. Dia lalu menghadapkan ponsel itu ke anaknya. “Kamu bisa baca?” Ayesha mendekat dan membaca sebuah pesan da

