BAB 13 | Bimbang

1048 Kata

Aku berangkat ke Palembang sendirian. Sudah lama semenjak aku akan menginjak tanah Sumatera kembali. Banyak hal membuatku rindu, terutama makanan khas pempek asli Palembang tentu saja. Ketika aku tiba di rumah memakai taksi, Zafran--ayahku langsung menyambutku. Ia memelukku dan kami saling melepas rasa rindu. ''Kenapa tidak bilang kalau sudah sampai, Ayahkan bisa jemput,'' ujar Zafran lalu beralih mengambil koperku dan menariknya masuk menuju ke dalam rumah. Di depan pintu sendiri sudah berdiri Marsia--ibu tiriku yang juga menyambutku dengan hangat, ia memelukku lalu mencium keningku. ''Pasti melelahkan, aku sudah menyiapkan makanan istimewa,'' ujarnya membuatku tersenyum. ''Terima kasih Bu.'' Setelah Zafran memasukkan koper ke dalam kamarku, aku segera menyusun beberapa baju ke dala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN