Mbak Tiara mengajakku untuk berbelanja kebaya untuk acara lamaran resminya dengan Erik. Meskipun mereka berdua telah bertunangan secara simbolis yang menurut Mbak Tiara hanya disaksikan sahabatnya juga sahabat Erik, tetapi menurut adat akan diadakan acara lamaran secara resmi. Aku menghela napas panjang begitu berdiri di depan toko yang sepertinya memang menyediakan pakaian untuk acara-acara resmi seperti lamaran atau pernikahan. ''Aku ingin warna baju kita sama,'' ujar Mbak Tiara tidak dapat menyembunyikan raut wajah bahagianya. Ia kemudian mulai melihat-lihat baju kebaya yang terpajang di dalam toko. Aku menggeleng pelan. ''Kurasa itu tidak baik. Maksudku itu akan menjadi hari spesial khusus Mbak Tiara,'' ujarku menolak secara halus. ''Itu juga akan menjadi salah satu hari terbahagia

