Aku berdiri seraya menunggu Mbak Tiara sampai di ruang tengah. Napasku seolah tercekat tadi, bagaimana jadinya jika dia melihat Erik sedang menciumku? Bagaimana bisa lelaki itu melakukannya dalam keadaan demam seperti sekarang ini? "Bella," seru Mbak Tiara datang. Matanya kemudian menangkap sosok Erik yang tengah terbaring lemah. "Ya ampun, apa kondisinya memburuk?" ujar Mbak Tiara langsung memeriksa suhu tubuh Erik. "Tadi pagi hingga siang Mas Erik baik-baik saja," balasku apa adanya. "Memang waktu petang seperti ini biasanya orang demam akan kembali tinggi suhu tubuhnya." Mbak Tiara lalu mengeluarkan pengukur suhu tubuh dan beberapa obat yang mungkin didapatnya dari rumah sakit. Aku pun langsung mengingat soal Jemi yang memakai ponsel Defin untuk menelepon. "Apakah Mbak Tiara masih

