BAB 41 | Tersingkap

1217 Kata

"Aku tidak tahu harus bereaksi apa atas semalam," ujarku merasa malu setiap menatap Defin. Kejadian semalam masih begitu membekas dalam ingatanku, bahkan sentuhan darinya seolah masih merayap pada permukaan tubuhku. Aku tidak menyangka bahwa Defin bisa memberikan kepuasan seperti itu. Seluruh buluku meremang tatkala mengingat setiap kecupan darinya. Defin meraih tanganku. "Kau tidak usah terlalu memikirkannya. Aku sendiri sudah kalang kabut melihatmu tersiksa. Jadi kulakukan yang bisa membuatmu terbebas." Kami sekarang duduk berhadapan sambil menikmati makan siang di restoran lelaki itu. Mengisi perutku yang sejak tadi pagi disibukkan oleh klien. "Tapi kenapa aku harus bereaksi seperti itu semalam? Aku juga hanya minum beberapa gelas," balasku masih bingung dengan apa yang terjadi pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN