Aku mengernyit meski mataku masih tertutup. Sesuatu masuk ke hidungku terasa menyengat. Akhirnya aku membuka mata dan menemukan kamarku berisi kepulan asap. Seketika aku terbangun dan mengambil tas dan ponsel. Memperkirakan bahwa telah terjadi kebakaran dalam rumah ini. Ketika membuka pintu kamar, kobaran api terlihat di ruang tengah. Bersamaan dengan itu kulihat Erik dan Mbak Tiara juga telah keluar dari kamar dengan masing-masing membawa tas. "Mbak Tiara," seruku berjalan mendekati mereka berdua. Namun begitu akan berjalan ke arah mereka berdua, tiba-tiba beberapa bagian plafon terjatuh ke bawah, tepatnya ke arahku. Aku menutup mata sambil mengangkat tanganku ke atas. Kupikir bagian plafon yang terjatuh itu akan mengenai tubuhku, tetapi sebuah seruan membuat aku tersadar dan membuka m

