Sabtu malam itu, Sabrina keluar dari kamarnya setelah selesai menelepon kedua orang tuanya. Sabrina memang selalu mendapat panggilan rutin dari ibunya, dan karena minggu ini Sabrina terlalu sibuk bermain dengan teman-teman KKNnya, Sabrina baru sempat menghubungi lagi pada malam ini. Matanya memandang teman-temannya satu persatu, seolah sedang scanning. Dan dia tidak ada disana. Siapa lagi? Sejak Juna alergi waktu itu, Sabrina memang sudah tak lagi menghindari pemuda itu. dia memilih untuk mendekat, dan Ia sama sekali tidak keberatan dengan pikiran teman-temannya. Semuanya memang tidak ada di dalam rumah, sebagian teman laki-laki mungkin sedang berada di kamar mereka dan malas untuk bergabung bersama cewek-cewek. Sabrina melangkah keluar, membuka pintu lebar-lebar untuk melihat keadaan l

