Part 21

1802 Kata

Sabrina memilih untuk mengaduk adonan dengan tangan kanannya. Hari ini para cewek-cewek berniat membuat bakwan, cemilan sore sekaligus agar mereka bisa menghabiskan waktu yang tersisa. Karena setelah membantu ibu-ibu PKK yang memang ada acara bulanan tadi, tidak ada kegiatan lain yang mereka lakukan. “Jadi kalian semua udah tau masalahku dan Juna ya” Sabrina memulai lagi percakapan yang sempat terhenti. Dia sedikit kaget saat ditanya Lilian tadi bahwa dia baik-baik saja dengan Juna. Pertanyaan aneh, karena biasanya mereka menanyakan Farez. Tasya mengangguk-angguk di sebelah  Sabrina, dia kebagian untuk menggoreng adonan. Sehingga duduknya berdekatan dengan gadis itu. “Semua jadi sadar pas lo nangis waktu itu. dan smeua bisa menjawab kenapa lo sering banget berantem sama Juna tapi sekalig

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN