[EPISODE 38] . . . Beberapa jam sebelumnya- “UGH!!” Satu erangan kuat keluar dari bibir laki-laki berambut ikal tersebut, setelah merasakan bagaimana rambutnya ditarik paksa sebuah tangan besar. Manik itu masih mencoba tajam, menatap sosok di depan sana. Sosok yang kini menyeringai puas. Tegap dengan aroma mint menguar kuat, salah satu tangannya tak pernah melepaskan pistol, seolah bisa kapan saja melubangi kepala sang mangsa. “Katakan sekali lagi, kau yang melukai anak dan istriku, kan? Kau membuat putraku ketakutan, menangis dan kau juga memperlakukan istriku bak laki-laki yang bisa diajak bertarung seenakmu?” Mengatakan kalimat itu dengan bibir bergemeretak penuh amarah. Rian meneguk ludahnya, merasa percuma menyembunyikan hal ini lebih lama. Pasalnya sudah hampir satu jam Rian

