PART [39] . . . Masih memasang wajah memerahnya, Nara tetap duduk di sana. Memperhatikan tiap gerak-gerik Arka. Kenapa mereka bisa tiba-tiba sedekat ini? Tidak mengerti lagi dengan keanehan yang Ia alami. Wanita itu menggeleng singkat. Bisa-bisanya dia digoda seperti itu, dengan mudah pikiran Nara bisa dialihkan. Wanita yang tadi nampak panik dan kacau, sekarang berhasil mengendalikan ketenangannya. Meskipun jantung itu masih berdetak kencang, Saat Arka berjalan kembali mendekati Kenan yang masih berbaring di sana, nampak lelap tertidur. Mengambil sebuah pengecek suhu, dengan sigap bergerak menggunakan benda itu. Nara melupakan kejadian tadi dengan cepat. Ikut bangkit dari tempat tidur, Ia sengaja duduk di pinggir tempat tidur dekat Kenan. “Bagaimana kondisinya?” tanya Nara pelan.

