[EPISODE 36] . . . Beberapa menit sebelumnya, Arka duduk berhadapan dengan sang ibu. Wanita yang kini menyesap teh lemon hangat buatan Bi Minah. Posisi duduk yang anggun, raut tanpa ekspresi. Hanya ada mereka berdua di ruang tamu, setelah Melly pergi menuju dapur dan mengambil satu botol wine. Meninggalkan keduanya dalam sepi, tanpa sepatah kata pun terucap selama hampir sepuluh menit. Tepatnya setelah kepergian Nara tadi, pikiran Arka tentu saja masih memikirkan wanita itu. Pergi ditengah hujan, tanpa membawa payung sama sekali. Satu desahan kembali Ia keluarkan, manik legamnya perlahan melirik sang ibu. “Jadi ada urusan apa Ibu ke sini?” tanya Arka singkat, menyenderkan tubuh dan bersikap sesantai mungkin. Sementara Keila, pandangannya melirik sekilas. Pelan menempatkan kembali ca

