PART [48] . . . Satu surat yang ditulis olehnya sendiri, Nara bisa mengingat jelas tulisan milik siapa ini. Dengan ciri khas di beberapa huruf tertentu, dan sebuah emot kecil di beberapa titik. Surat yang sudah kusam, terkena air mata, dan bercak darah mengering. Berapa lama Arka menyimpan semua benda tadi dalam satu pigura kecil. Malam itu, satu ingatan Nara kembali datang. Perlahan membuatnya jernih kembali, bahkan kali ini menyakini bahwa memang Arka-lah yang Ia cari. Bukan ingatan yang menyenangkan namun sudah cukup membuat Nara membulatkan keputusannya. Ia tidak bisa terus menerus berdiam diri dan menunggu seseorang menceritakan semua ingatan ini padanya. Nara harus mencari sendiri, kebenaran dibalik rahasia kematian Renan. Jantung Nara terasa sakit, tiba-tiba teringat kembali

