Jennie dan dave menjadi semakin dekat. Sejak mengenal dave jennie merasa hari hari nya menjadi lebih bewarna dan itu membuatnya bahagia.
Meskipun begitu baik jennie atau dave mereka sama sama belum mengungkapkan isi hati mereka, bahkan jennie masih belum mengenal dave lebih jauh.
Pagi ini jennie berangkat kerja seperti biasanya. Namun begitu kagetnya saat dia turun melihat dave sedang berbincang dengan mamanya di meja makan.
"Jenn, kamu tidak mengenalkan dave ke mama? " ucap mamanya sambil tersenyum
"Aku rasa kalian sudah kenal tanpa harus kukenalkan" jennie sambil tersenyum "hai dave" sapa jennie sambil duduk di kursi untuk sarapan
"pagi jenn" balasan dari dave.
"hmm Kita sarapan bersama, ayo makan yg banyak dave, jangan malu malu anggap rumah sendiri". mama jennie berusaha seramah mungkin kepada dave.
Mereka sarapan bersama dengan begitu hangat, bahkan dari lubuk hati dave dia tidak perna sehangat ini dengan keluarganya. Jennie mengubah hidup dave, semenjak bersama jennie dave merasa seperti punya keluarga dan merasa hadirnya seornag ibu.
Jennie dan dave berangkat untuk kerja begitu juga dengan mamanya jennie.
"Jenn,, makasih buat sarapannya" ucap dave
"harusnya kamu mengucapkan kepada mamaku" jawab jennie
"aku sudha mengucapkan tadi makanya aku kembali mengucapkan kepadamu" jawab dave
"baiklah. gimana kalo traktir aku brownis sbgai gantinya" Jennie mengambil kesempatan.
"sesuka itu kah kamu dengan brownis, bahkan setiap hari makan itu" dave terkekeh.
"ayolahh" jennie memelas
"okey fine. untukmu kita borong tokonya sekaligus" dave bersungguh sungguh.
"aku cuma minta satu dave bukan semuanya" akhirnya mereka tertawa bersma.
Jennie melakukan ritualnya di toko roti seperti biasa, sedangkan dave menunggu di mobil, dave berencana ingin mengungkapkan perasaannya kepada jennie malam ini.
Dave sedang memikirkan rencana apa yang bisa membuat jennie terkesan dengan perasaannya.
"selesaii.. ayok" jennie duduk dsebelah dave.
"hello dave" jennie melihat dave sedang berpikir.
"ohh oke oke" dave kaget karena jennie sudah disebelahnya.
"kamu ada masalah dave? " tanya jennie.
"tidak kok" jawab dave.
Jennie merasa dave sedang memikirkan hal lain, bahkan dave hampir melewati tempat kerja jennie.
"dave.. stop" jennie membuat dave kaget dan berhenti mendadak membuat kepala jennie terbentur.
"upss sory jenn,,kamu baik baik aja kan? " dave dengan cemas memeriksa kepala jennie. syukur tidak terjadi apa apa.
Jennie cuma bisa menatap dave heran, kenapa hari ini dia sangat teledor.
seharian bekerja jennie hanya memikirkan dave, selama dia kenal dave tidak perna membuat kesalahan seperti hari ini. hal itu membuat jennie sangat cemas.
namun disaat bersamaan jennie di panggil oleh manajernya.
"Jennie, hari ini kamu boleh pulang lebih cepat" manajer langsung pada intinya.
"apa saya dipecat pak" jennie merasa aneh karena masih jam 6 sore.
"hahahha saya suruh kamu pulang cepat malah kamu bilang pecat" manajer tidak bisa menahan tawanya.
"Didepan ada seseorang yang nunggu" manajer sambil menunjuk seornag pria berjas hitam sedang berdiri di depan cafe.
"baik pak, terimakasih banyak sudah ngijinin saya pulang". jennie langsung keluar.
Jennie merasa tidak perna mengenal pria yang sedang menunggunya, apa salah orang ya? batin jennie mulai bertanya. namun jennie tetap menemui pria tersebut untuk mencari tau kebenarannya. Namun saat jennie mendekat, pria tersebut langsung menyapa jennie dengan ramah.
"Nona Jennie? Silahkan" Sambil membukakan pintu mobil.
"Maaf pak saya tidak mengenal bapak, mungkin salah orang" Jennie mengelak karena tidak kenal.
"Nona mengenal bos kami, kami disuruh oleh beliau"
akhirnya jennie menaiki mobil tersebut, dengan was was jennie langsung mengirim pesan kepada dave, dia takut kalo dirinya diculik.
Jennie di bawa ke Salon yang luar biasa mewah, disalon tersebut jennie di berikan gaun bewarna maron, highheels hitam dan di dandani dengan sangat baik. bahkan jennie sendiri hampir tidak mengenali dirinya.
"salon mahal memang beda" batin jennie memuji.
Kemudian jennie di antar ke restoran yang luar biasa mewah juga, dengan dekorasi yang sangat romantis, jennie sampai terpesona dengan keindahan yamg dilihatnya.
Jennie terus berjalan sesuai arahan dan dia melihat lelaki yang sangat tampan dengan jas mewah hitam dasi maron dan senyum yang sangat menawan.
"Dave" batin jennie memanggil.
"Kamu cantik sekali jenn" ucap dave sambil terus melihat jennie.
"kamu juga terlihat sangat tampan dave" jennie sambil tersipu
Dave memberikan bunga kepada Jennie. Jennie menerima bunga tersebut, kemudian dave mengeluarkan kalung dengan lambang hati terbelah.
"Jenn,, maukah kamu jadi kekasihku? " dave langsung pada intinya.
Jantung jennie berdebar sangat kemcamg, jelas dia akan mau namun dia tidak menyangka dave akan menembaknya dengan hal seromantis ini, membuat jennie sangat tidak percaya.
"Dave aku rasa kamu tau perasaanku" Jennie sambil tersenyum.
Dave memasangkan kalung tersebut "Kelihatan indah denganmu" ucap dave
jennie sangat bahagia sampai memeluk dave.