BAB 8: TIDAK MAU JADI ARTIS LAGI

1099 Kata
Ellena tidak punya pilihan selain menceritakan kejadian tiga tahun yang lalu, dimana waktu itu, sebenarnya dia baru selesai syuting satu-satunya film yang dibintanginya itu. Saat itu, semua kru sudah lebih dulu kembali, menyisakan dia dan ketiga temannya yang memang mengatakan kalau mereka akan pulang sendiri nanti, dengan mobil temannya yang diparkir tersembunyi di belakang mansion. Mereka ingin berkeliling untuk terakhir kalinya di bangunan yang telah menemani mereka syuting selama empat bulan ini. Saat itulah, mereka mendengar suara berisik dari luar dan mereka berpikir kalau ada kru yang kembali karena tertinggal barang. Mereka dengan iseng bermaksud menakuti orang-orang itu dengan membuat suara-suara mengerikan. Namun ternyata mereka melihat kalau ada beberapa orang tidak dikenal menyeret seorang pria masuk ke dalam pagar mansion. Sebenarnya suara orang-orang itu tidak besar, tapi karena disana hanya ada keheningan, mereka bisa mendengar percakapan orang-orang itu dari belakang pintu masuk dan karenanya mereka tahu kalau kalau orang-orang itu adalah penjahat yang mau mengubur pria yang mereka seret, yang terikat dan disumpal mulutnya itu. Sebagai orang biasa, tentu saja mereka berempat ketakutan dan kebingungan. Ingin menyelamatkan pria itu, tapi mereka tidak memiliki kemampuan apapun, bisa-bisa mereka nanti malah ikut dikubur hidup-hidup. Setelah berdiskusi sekian lama, akhirnya dia memberi ide agar mereka kembali berakting menjadi setan dan menakut-nakuti para penjahat itu. Hanya seorang teman prianya yang bersedia membantu dengan ikut keluar dari mansion tua itu, dua teman wanitanya berkata kalau mereka hanya bisa membantu dengan menakut-nakuti dari jendela dalam mansion, mereka tidak berani keluar. Karenanya mereka dengan cepat kembali berdandan ala kuntilanak dan genderuwo. Tidak lama kemudian, tiga kuntilanak dan satu genderuwo sudah siap. Dua kuntilanak bersiap di jendela yang menghadap pohon dimana para penjahat itu sedang menggali, di atas mereka juga masih ada lampu sorot kecil yang bisa mereka nyalakan nanti, sedangkan, genderuwo mengikuti kuntilanak Ellen keluar dari mansion, lalu genderuwo itu bersembunyi untuk memberi efek kejut selanjutnya, jika Ellen gagal menakut-nakuti para penjahat itu. Ternyata Ellen berhasil dan para penjahat itu langsung lari tunggang langgang begitu melihatnya dan melihat bayangan kedua teman Ellen dari jendela. Setelah itu, Ellen baru menolong pria yang hampir dikubur itu, yang adalah Alex. Namun karena masih terbawa alur cerita film yang baru saja selesai dia perankan, Ellen yang sangat mendalami perannya itu, malah terus berakting menjadi kuntilanak. Kembali ke sekarang. Lisa dan Jackson saling melirik setelah mendengar cerita Ellena, ingatan mereka kembali ke tiga tahun lalu, saat Alex diculik agar musuhnya bisa menangkap dirinya. Satu hal yang tidak Lisa sangka adalah, mereka benar-benar berniat membunuh Alex saat itu, bukan hanya menjadikan kembarannya itu umpan untuk memancingnya. “Tapi, mengapa Alex tidak mengatakan apapun saat kami bertemu?” tanya Lisa bingung. Tubuhnya sampai gemetar saat memikirkan nasib Alex saat itu. “Mungkin dia tidak mau kau khawatir. Saat dia melihat kondisimu saat itu di rumah sakit, dia sudah sangat terpuruk. Dia pasti tidak ingin kau merasa bersalah,” jawab Jackson menenangkan. Ellena hanya diam dan tidak mengatakan apapun saat Jackson mengatakan beberapa kalimat lain untuk menenangkan Lisa. Dari percakapan keduanya, dia berpikir kalau kondisi saat itu sepertinya tetap buruk walau Alex sudah berhasil menghubungi Lisa. Lalu Lisa kembali menatap Ellen dengan ekspresi rapuhnya yang sudah muncul sejak tadi, sangat jarang Lisa bisa menunjukkan ekspresi seperti ini. Dia meraih kedua tangan Ellena dan berkata dengan sungguh-sungguh. “Aku sangat berterima kasih kau sudah mau menyelamatkan Alex saat itu. Aku tidak tahu bagaimana aku melanjutkan hidupku saat itu jika Alex mati karena diriku. Aku berhutang seumur hidup, padamu,” kata Lisa penuh haru. “Katakan apapun yang kau inginkan, aku akan memberikannya selama aku mampu,” lanjut Lisa. “Eh, tidak perlu, semua ini saja sudah lebih dari cukup. Kalian sudah memberikan yang terbaik untuk pengobatan Ibuku, malah aku yang berhutang banyak pada kalian,” tolak Ellen. “Aku bisa mengorbitkanmu kembali menjadi artis jika kau mau,” kata Jackson ikut membujuk. Dia tahu Lisa tidak akan tenang sebelum istrinya itu bisa memberikan balasan atas kebaikan yang telah dilakukan Ellena. “Eh?” Ellena malah semakin bingung karena perkataan Jackson. “Aku bisa meminta Star Entertainment untuk membuat kontrak baru untukmu dan mengorbitkanmu agar kamu bisa jadi artis terkenal,” kata Jackson menjelaskan. “Tidak. Aku tidak menginginkannya!” seru Ellena cepat yang membuat kedua orang di depannya menatapnya penasaran. “A-aku sudah pernah mencoba menjadi artis dan aku menyadari kalau dunia itu tidak cocok untukku. Jadi aku lebih suka menjadi diriku apa adanya seperti ini,” kilah Ellena sambil mengalihkan pandangannya. Jackson dan Lisa menganggap Ellena tidak mau kembali menjadi artis karena kasus n*****a yang menjeratnya, jadi Jackson juga tidak memaksanya lagi. “Begini saja, kalian bertukar nomor ponsel saja. Jika Ellena di kemudian hari membutuhkan bantuan, dia bisa memberitahumu. Alex tinggal di New York, akan sulit untuknya membantu Ellena jika ada masalah urgent, lain kali,” kata Jackson pada Lisa. “Begitu juga bagus. Baiklah, berikan nomor ponselmu padaku dan lain kali jangan ragu untuk menghubungiku jika kau ada masalah,” kata Lisa lega. Saran Jackson membuatnya merasa lebih tenang. “Baiklah,” jawab Ellena yang kemudian menyebutkan deretan nomor ponselnya, lalu Lisa langsung menghubungi nomor itu dan meminta Ellena menyimpan nomor ponselnya. Dia juga memberikan nomor ponsel Jackson pada Ellena sambil mengatakan kalau Ellena juga bisa menghubungi Jackson, jika dia tidak bisa dihubungi. Ellena berterima kasih pada kedua orang itu. Walau dia tidak akan mencari kedua orang ini di kemudian hari, tapi dia menghargai niat baik mereka. Baginya, semua ini sudah terlalu banyak dan jika dihitung pakai hutang, semua ini sudah lunas, bahkan timpang padanya, jadi dia tidak akan menyusahkan mereka lagi. Jika dikemudian hari dia mencari mereka, itu artinya dia sudah bisa membayar hutangnya. Lisa dan Jackson ikut menunggui operasi Maudy. Mereka tidak membahas kejadian lampau lagi, Lisa hanya mengajak Ellena dan Alya mengobrol, mencari tahu kehidupan mereka selama ini. Saat Ellena pamit ke kamar mandi, Lisa masih mengobrol dengan Alya. Lisa menyukai kedua gadis ini, menurutnya, Ellena dan Ayla adalah gadis manis dan sopan, mereka juga tidak menunjukkan sedikitpun rasa keserakahan, saat dia mengajak mereka berbelanja di kemudian hari, kedua gadis itu langsung menolak dengan sopan. Padahal dia hanya ingin membalas budi dan dia yakin semua wanita suka berbelanja. Tanpa terasa lima tiga jam telah berlalu dan Maudy telah dipindahkan ke ruang pemulihan. Operasi berjalan dengan sukses dan hanya tinggal menunggu Maudy sadar, setelahnya dia akan dipindahkan ke ruangan perawatan biasa. Lisa dan Jackson pamit setelah Maudy sudah dipindahkan ke ruang perawatan VIP dan menyapa wanita paruh baya yang baru sadar itu. Ellena mengantar pasangan itu sampai di lobby rumah sakit dan sekali lagi melihat kemesraan pasangan itu. Jackson membukakan pintu, lalu meminta Lisa berhati-hati saat naik ke mobilnya. ****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN