Alice tertawa setelah kepergian Annora. Dia merasa lucu karena melihat sikap Annora yang menunjukkan rasa cemburu. Elang hanya menatap Alice dengan mengernyit. “Lo kenapa tertawa?” tanya Elang. “Kalian itu lucu, saling cinta, tapi pada gengsi.” Alice tertawa. “Sok tahu lo!” Elang tertawa sambil menjitak kepala Alice. “Udah ngaku aja deh Lang, bilang kalau lo cinta ke Nora. Daripada lo ngenes.” Alice tertawa menggoda Elang. “Ogah gue!” sentak Elang. “Ogah, tapi mau.” Alice menggoda Elang lagi. Lalu, mereka mengobrol dengan renyah. Mereka tak tahu kalau ada hati yang tersakiti saat melihat kemesraan mereka. Ya, Annora sakit hati karena melihat Elang bisa tertawa lepas dan renyah bersama Alice. Namun, pada Annora tidak. Di dalam kamar Annora hanya bisa menangis dan ditenangkan Mbok

