Malam ini langit tak berbintang. Suasananya sangat mencekam. Hawa dingin menusuk hingga tulang. Sedang menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslimah. Dia bersujud memohon ampun dan meminta petunjuk pada Yang Mahakuasa. Dia mengadukan semuanya, karena tak ada tempat mengadu yang paling tepat selain Allah. Setelah menjalankan empat rakaat, Annora pun pergi keluar untuk menikmati udara malam di balkon kamar. Sendiri. Sepi. Meski punya suami rasanya seperti tak memiliki siapa-siapa. Tak ada tempat saling berbagi. Elang sungguh tega. Sikapnya benar-benar membuat Annora tersiksa. Sampai kapan dia harus menjalani pernikahan palsu ini? “Ayah ... Nora ingin pulang.” Annora bergumam sendiri. “Mau sampe kapan ngelamun terus? Nggak kedinginan apa?” tanya Elang tiba-tiba. Annora menoleh kag

