Elang dan Alice tertawa kecil saat melihat sikap Annora. “Tuh istri lo cemburu kayaknya, Lang.” Alice menunjuk Annora dengan dagunya. “Halah, mana mungkin, dia itu punya cowok. Nggak mungkinlah cemburu ke gue.” Elang kembali menyantap sarapannya. “Lo sih nggak tahu cewek. Dilihat dari kekesalannya saat ngelihat gue tadi, dia kayak cemburu. Apalagi saat gue panggil lo Beb.” Alice tertawa. “Mungkin emang dikira lo pacar baru gue, tadi dia bilang gitu ke gue pas di kamar.” Elang menatap Alice. “Nah, sekarang gue tanya, lo tertarik nggak sama istri lo? Dia cantik lo, terus kayaknya seorang muslimah yang taat.” Alice menatap Elang. “Entah Lice. Nggak semudah itu gue cinta sama cewek.” Elang menerawang jauh ke depan. Hatinya masih menginginkan Jeny, tapi jika ingat perlakuan Jeny dia tak

