Elang Mendapat Masalah

1395 Kata

  Keesokan harinya, pelayat semakin ramai yang datang. Annora melihat ada Jeny di antara para pelayat. Jeny mendekat ke arah Elang.   “Gue turut berduka cita, ya, Lang? Sorry atas perlakuan gue ke lo kemarin.” Jeny menatap Elang dengan mata sendu.   Elang melengos, dia masih kesal dengan sikap dan perlakuan Jeny padanya kemarin. Juga Elang masih ingat pengkhianatan Jeny.   “Lang, gue tahu, gue salah. Tapi, aku mohon maafin gue ya? Gue akui emang gue pernah nyakitin hati lo. Tapi, gue akhirnya sadar kalau gue nggak bisa hidup tanpa lo.” Mata Jeny berkaca-kaca.   Annora hanya memutar bola matanya dengan malas mendengar kata-kata Jeny. Semudah itu dia meminta maaf. Elang hanya diam, tak menanggapi sama sekali.   “Lo, pergi dari hadapan gue! Kaca yang udah retak nggak akan bisa dis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN