Malam ini suasana terasa menegang. Di ruang tamu ada Bu Nani, Pak Handoko, Elang, dan Alice. Mata Elang tajam menatap Pak Handoko dan Bu Nani. “Elang, kamu kenapa sebenarnya? Semenjak pulang dari villa kemarin sikapmu berubah.” Pak Handoko menatap Elang. “Berubah? Elang masih sama, kok. Kenapa kalian nggak tanya pada diri kalian sendiri, salah apa sebenarnya kalian!” Sorot mata Elang tajam menatap kedua orang tuanya. “Kamu ngomong apa, sih, Lang?” Alice membuka suara. “Lo diem Lice. Lo nggak tahu apa-apa jadi mending diem!” sentak Elang. Alice pun hanya diam. Elang kalau sedang marah memang menakutkan. Elang menatap kedua orang tuanya dengan bergantian. "Kenapa kalian nggak pernah bilang kalau Elang anak Mbok Parmi! Kenapa!" Sorot mata Elang menatap tajam pada Pak Handoko dan Bu Nani

