Kabar Duka

1034 Kata

Malam semakin larut, semua sudah terlelap dalam tidurnya. Pak Handoko dan Bu Nani akhirnya tenang karena meskipun Elang tahu siapa dirinya, tak meninggalkan mereka. Malam semakin dingin karena jarum sudah menunjuk angka sepuluh. Namun, entah kenapa Annora belum juga bisa tertidur. Jiwanya terasa resah, gamang dengan apa yang menimpa. Sebenarnya ada apa? Tiba-tiba pikiran tak tenang, teringat akan Ayah. Annora berkata dalam hati. Annora merindukan Pak Hardi. Annora menoleh ke samping, Elang tampak pulas. Setelah masalah terlewati, akhirnya Elang bisa bersikap baik pada Annora. Walau tak menyatakan cinta, tetapi Annora cukup bahagia. Dia tak lagi sedingin biasanya. Bukan lagi, manusia kulkas. "Nora, kamu belum tidur?" tanya Elang tiba-tiba. Annora menoleh kaget. "Kamu kenapa bangun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN