“Ap-apa maksudmu, Tae …? Kau tidak serius dengan kata-katamu, ‘kan?” “Tidak, Seo … ini lah yang harus kita lakukan. Kau belum bi—” “Tidak …! Kau gila! Aku tak akan membunuh darah dagingku! Apa pun alasannya aku tak akan pernah membunuhnya!” Seo Han mendorong tubuh Han Tae dan ingin berderap menajuh dari pria itu, tetapi Han Tae langsung menahannya dan memeluknya. “Maafkan aku, Sayang. Ini semua demi kebaikanmu, juga dia yang sedang kau kandung ... ini ….” “Tidak … jangan katakana hal menegrikan itu lagi ….” Seo Han mulai menangis dalam pelukan Han Tae. Ia menggeleng lemah tak terima dengan semua rencana gila itu. “Tapi … kau tak sekuat itu untuk menahannya, Seo. Kau boleh saja berkata kalau kau bisa mengendalikan dirimu, tapi bagaimana dengan alam bawah sadarmu

