Pertemuan Jim dengan Oba san berlangsung cukup lama. Awalnya, ia pikir kehadirannya diperlukan hanya sebagai pendamping biasa. Pak Hudabi dulu sering mengajaknya ke pertemuan-pertemuan rahasia yang melibatkan banyak pejabat. Namun kali ini berbeda. Tidak ada pembahasan masalah pekerjaan, tapi tentang hal-hal pribadi. Bahkan Jim yang biasanya berdiri menunggu, kali ini disuruh duduk bergabung. Alih-alih merasa terhormat, ia justru punya firasat buruk. “Jadi, kamu tidak punya siapapun?” tanya Oba san langsung bertanya tanpa canggung. Daripada hal yang berkaitan dengan pekerjaan, ia mengajukan pertanyaan tentang latar belakang. Jim menjawab secara singkat dan apa adanya. Walau kadang-kadang ia merasa tidak nyaman. Pak Hudabi sendiri terlihat sudah memberi ruang pada sang calon besan untu

