Jim sengaja menunggu Adam di tempat parkir. Ia berdiri di sisi di mobilnya. Merokok, sembari mengawasi setiap mahasiswa yang lewat. Jane sudah pergi lebih dulu karena ia ada kelas pagi. Setengah jam menunggu, sosok Adam akhirnya muncul. Ia keluar dari dalam mobil dengan tas kecil di punggung. Tapi rupanya ia tidak sendiri, pamannya ikut mengikuti. Mungkin ada urusan wali di kampus. Kadang pamannya itu menggantikan posisi orangtua Adam. Namun hal itu tidak menyurutkan niat Jim untuk memberi peringatan. Tepat ketika keduanya melintas, Jim berdiri menghalangi jalan. “Ada urusan apa, ya?” Adam langsung pasang wajah khawatir. Ia jelas ingat kalau itu Jim, pria yang diakui sebagai kakak Jane. Di belakang punggung Adam, telihat pamannya yang bernama Kaswo ikut menajamkan mata. Perangai Jim b

