Pak Hudabi menerima kedatangan anaknya dengan tangan terbuka. Ia sudah menduga kalau Daniel akan menemuinya karena masalah Jim. Tapi tidak disangka kalau secepat ini. “Pergilah ke ruanganku, nanti kita bicara di sana. Lihat, aku sedang bekerja.” Pak Hudabi meminta salah satu anak buahnya agar mengantar Daniel. Ia sedang bicara dengan klien dan tiba-tiba anaknya datang tanpa permisi. Daniel menurut. Ia dengan segera berbalik pergi sebelum mendapat peringatan lagi. Setengah jam kemudian, Pak Hudabi datang. Ia masuk ke ruangannya sembari menggerutu karena Daniel tidak mengabari dulu. “Kalau kamu datang karena ingin membahas Jim, kenapa tidak lewat telepon saja?” keluh pak Hudabi mengambil cerutunya. “Hal ini terlalu penting, jadi aku datang karena yakin kalau ayah akan menghindar.” “Jim

