Daniel vs Adam

1092 Kata

Adam akhirnya berpapasan dengan Daniel malam itu. Tepat jam dua belas malam lebih sedikit, mereka sama-sama keluar dari pintu yang saling berhadapan. Keduanya bertatapan sebentar, saling menilai satu sama lain. Daniel merasa dirinya luar biasa karena bisa menahan amarah. Bayangkan kalau tidak? Adam mungkin sudah babak belur sekarang. Ia sedang belajar menepati janjinya untuk tidak menggunakan kekerasan. Adam diam-diam terkejut. Ia tidak menyangka kalau laki-laki yang sekarang ia lihat, auranya sama dengan pria yang menjemput Jane waktu itu. Tapi yang ini lebih muda, batin Adam ikut masuk ke dalam lift yang sama. Di dalam hanya ada mereka berdua. Maklum, sudah malam. “Siapa namamu?” Daniel tidak tahan untuk bertanya. Lidahnya serasa tergigit lantaran sejak tadi menahan keinginan untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN