Tatto baru

1058 Kata

Daniel menatap tatto yang barusan ia buat di atas dadanya. Masih merah dan lumayan sakit, tapi hal itu tidak seberapa. Ada puluhan luka di punggung yang lebih ngilu. Ini adalah kali pertama ia meninggalkan inisial nama di tubuhnya. Ia sudah lama ingin membuat tatto dan baru sekarang bisa. Kata orang, laki-laki dengan tatto punya seks appeal sendiri, tapi untuk Daniel, tanpa itupun daya tariknya sudah terpancar. “Dari mana?” tanya Daniel pada Jim. Ia mengancingkan kemeja bagian atas sembari menatap cermin. Berhubung urusan kerjanya sudah selesai, ada waktu untuk berkunjung ke apartemen Jane. “Ada urusan dengan ayahmu tadi. Ngomong-ngomong mau pergi? Bukannya malam ini ada pertemuan keluarga dengan Yuka?” tegur Jim khawatir kalau-kalau Jane terkena imbasnya. “Aku akan tetap datang, tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN