Apartemen itu tidak seberapa jauh dari kampus. Bangunannya masih baru dan halaman parkirnya jauh lebih luas. Dari balkon kamar, terlihat gedung kampus bagian barat. “Jim, jujur saja aku lebih betah di kost. Dengan memberikan fasilitas seperti ini aku seperti gundik.” Jane berkata sembari melihat sekeliling. Isinya hampir sama dengan apartemen Daniel kemarin, hanya lebih minimalis. Jim tidak menggublis ucapan itu.”Satu minggu lagi ada acara penting,”ucapnya mengambil sebuah kartu undangan dari balik jas hitamnya. “Pesta? Siapa yang mengadakan pesta?” tanya Jane merasa aneh. “Pak Hudabi, ayah Daniel. Tidak perlu datang kalau takut. Aku memberikan ini hanya sebagai formalitas saja karena disuruh.” Jim yakin kalau Jane tidak harus memaksakan dirinya untuk bertemu dengan orang-orang menger

