Siska adalah orang pertama yang berkomentar tentang baju Jane. Ia langsung tahu kalau style itu milik laki-laki, bukan unisex. “Milik kakakmu?” tanyanya penasaran. “Bukan.” Jane menjawabnya dengan nada tidak suka. Melihat itu, Siska tidak mencari tahu lebih jauh. Bisa sial kalau ia sampai tidak punya teman. Sejak kemarin, satu-satunya orang uang mau bergaul dengannya cuma Jane. Sebenarnya Jane sendiri kesal dengan situasinya sekarang. Daniel seperti sengaja menandai dirinya agar tidak didekati pria lain di kampus. Jim tidak bicara apapun, tapi ia menilai sendiri kalau Jane terlihat jauh lebih menarik. Entah baju atau memang pengaruh pubertas, yang jelas tampilannya memanjakan mata para lelaki. Aku tidak akan membuat kesalahan lagi seperti ini, batin Jane menghembuskan napas kesal. Ke

