“Tempatmu kecil sekali,” kata Daniel saat pertama kali menginjakkan kakinya ke kamar kost Jane. “Sewanya ratusan kali lebih murah di apartementmu. Aku harus berhemat agar bisa melanjutkan study. Ngomong-ngomong buka sepatumu. Ruangannya hanya ada satu petak dibagi dua. Kamar mandi dan tempat tidur. Kalau tidak begitu, lantainya akan cepat kotor.” Jane berdiri, menunggu Daniel melepas sepatunya di depan pintu kost. “Mana bisa begitu? Ayo cari tempat tinggal lain.” Daniel langsung memasang muka masam. “Aku tidak akan ke mana-mana. Ini tempatku dan uangku.” “Jane?” “Hmm?” “Kamu akan tetap seperti ini?” “Iya. Buka sepatumu dan masuk saja.” Jane meninggalkan pintu lalu duduk di dalam. Daniel menghela napas panjang. Kalau dipikir-pikir Jane jadi lebih berani padanya. Menganggap sikap ka

