Awalnya Daniel tidak punya maksud tersembunyi. Alasannya mengajak Jane agar gadis itu benar-benar tidur dengan nyenyak. Keadaan kostnya cukup menyedihkan karena terlihat sempit dan seadanya. Belum lagi kalau malam, pasti banyak nyamuk. “Tidur dulu, aku mau keluar sebentar,” kata Daniel sesaat setelah mereka sampai ke apartement. Ia masuk lalu meletakkan selimut baru ke atas ranjang. “Ha? Pergi?” ucap Jane terkejut.”Katanya mau bicara tadi?” “Iya, hari ini sebenarnya aku ada pekerjaan, tapi karena kamu datang aku tunda tadi.” Daniel melirik jam di pergelangan tangannya.”Kita bisa bicara besok pagi setelah sarapan.” “Ah, oke.” Jane berusaha sekeras mungkin agar wajahnya tidak berubah. Daripada kecewa, ia merasa kesal pada diri sendiri karena mengharapkan sesuatu yang memalukan. Daniel

