Semalaman Jane tidak bisa tidur. Ia duduk melamun dengan tatapan kosong di ujung ranjang. Melihat wajahnya dalam pantulan cermin nakas. Daniel sudah tidur beberapa jam lalu, begitu lelah tanpa bercinta seperti biasa. Pria itu hanya memeluknya dari belakang sembari berbisik agar Jane lekas lelap karena besok ia harus pergi dari sana. Untuk sementara waktu, Jane akan pindah ke tempat lain. Mereka berpisah mungkin hanya beberapa hari demi menghindari Pak Hudabi. Gawat kalau pria paruh baya itu tiba-tiba datang untuk memeriksa lagi. Jim menyarankan sebuah hunian sederhana sekitaran sana dan Jane menurut saja. Inilah yang diharapkannya selama ini. Terbebas dari kekangan Daniel. Dari sana, kehidupan barunya akan dimulai. Kalau dipikir-pikir, untuk apa menurut? Tinggal kabur saja. Jane akhirn

