Oba san menaruh teh hijaunya dengan gerakan kaku. Ia sudah menikmati minuman serupa, jadi mulutnya sedikit bosan. Restoran yang dipilih Pak Hudabi bukan seleranya. Beberapa rasa dari makanan mereka terasa tidak original. Pantas kalau pada akhirnya, moodnya sedikit buruk. “Mari kita mulai membicarakan tanggal pertunangan anak kita,” kata Oba san pelan. “Tentu saja, aku akan senang kalau mereka cepat-cepat menikah.” Pak Hudabi tersenyum lebar. Oba san jelas tahu apa maksud dari ucapan itu. Ia sadar betul kalau daya tarik terbesar menjadi besannya adalah kelancaran bisnis senjata. Andai Yuka tidak suka dengan Daniel, ia mana mau mengorbankan anaknya hanya demi uang? Oba san berbeda dengan Pak Hudabi yang gila harta. “Tidak ada masalah, kan? Daniel terlihat tidak senang dengan acara tahun

