Leona dan Erik baru saja keluar dari pemakaman itu. Terlihat mata Leona sangat sembab karena terus-menerus menangis dalam durasi waktu yang lama. Bahkan kini hidungnya terlihat sangat memerah. Entah berapa lembar tisu yang telah ia habiskan untuk mengusap air matanya. "Oh ya, sepertinya kita harus mampir ke pasar untuk membeli baju. Aku melihat isi tas baju yang sangat sedikit. Tidak mungkin kan kamu pakai baju yang itu-itu saja?" "Tapi, aku tidak punya uang." "Kapan sudah punya suami? Untuk apa masih memikirkan uang?" "Bukankah kau tidak bekerja dua hari ini?" Diam-diam ternyata Leona memperhatikan Erik yang tidak bekerja karena sibuk mengurus pernikahan mereka. "Memangnya kau kira aku makan malam dengan hasil mengojek hari itu juga? Aku juga tahu apa artinya menabung." "Oh, aku ki

