"Panji!" ucap Leona tak percaya melihat keberadaan Panji yang kini berdiri tepat di depannya. Panji membuka kacamata hitamnya. Ia juga sangat terkejut melihat keberadaan Leona di sini. Apalagi ia bersama dengan Erik, pria yang pernah dijebaknya bersama Leona. Di tangan mereka masing-masing sudah tersemat cincin yang menurut Panji adalah cincin pernikahan mereka. "Oh, jadi mereka sudah menikah? Menarik sekali," batin Panji. "Oh, ini yang namanya Panci!" desis Erik sambil menatap tajam pada Panji. "Panji, bukan Panci," tegur Leona dengan setengah berbisik. "Wah, kebetulan sekali kita berjumpa di sini, mantan." Panji tersenyum licik. Ia melihat ke belakang Erik dan Leona, lalu tertawa kecil melihat kendaraan yang dinaiki oleh mereka. "Aku tidak akan pernah sudi menganggapmu mantan!" des

