bc

Jadi Pengantin Pengganti Bosku

book_age18+
317
IKUTI
2.9K
BACA
love-triangle
second chance
friends to lovers
arrogant
boss
heir/heiress
drama
bxg
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Entah takdir menggelikan apa yang sedang dihadapi oleh Nhosa. Awal kenal dengan Juan karena kesalahpahaman akibat sahabat Nhosa bertengkar di sosial media dengan Juan menggunakan akun Nhosa. Hingga ketika Nhosa akhirnya mendapatkan pekerjaan ternyata si bos adalah Juan.

Yah, apes dan siap-siap dirujak.

Tapi kemalangan itu tak hanya sampai di situ.

Tepat menjelang pernikahan Juan dengan Karina, justru Karina kabur entah ke mana.

Demi menjaga nama baik keluarga, Nhosa ditunjuk menjadi pengantin pengganti Juan sebagai bagian dari tugasnya.

Nhosa tak ada waktu untuk berfikir dan hanya bisa pasrah.

Lalu bagaimana kelanjutan kisah mereka?

chap-preview
Pratinjau gratis
pangantin pengganti
Nhosa berjalan memasuki sebuah gedung hotel bintang lima, gaun indah berwarna gray berbentuk kemben yang dikenakannya terlihat sangat cocok dengan gaya rambut sanggul berponinya, hiasan kalung dan gelang dengan krital berwarna hitam mempermanis dandanannya hari itu. Nhosa bersama Velly, dan kedua orang tuanya memasuki aula serba guna hotel yang kini telah disulap menjadi ruangan cantik berdekor mawar putih. Ini adalah hari pernikahan Juan Pernando Hose, CEO tempat Nhosa bekerja sekaligus anak dari Nyonya Rose, sahabat dari Ibunda Nhosa. Velly tersenyum kearah Nhosa, sesekali gadis berambut keriting itu akan menepuk punggung Nhosa berusaha memberikan kekuatan pada Nhosa karena harus melihat dan menyaksikan langsung lelaki yang dicintainya menikah dengan gadis lain. Tengah asik menunggu, tiba-tiba Nhosa menyerengit melihat Nyonya Rose sedang berbincang dengan dua orang lelaki, wajah Nyonya Rose terlihat panik. Nhosa menarik pelan lengan Ibunya "Ma, sepertinya ada masalah. Tante Rose terlihat panik." Bisik Nhosa kearah sang Ibu membuat Nyonya Linda segera menatap Nyonya Rose. "Apa yang terjadi?" Gumam Nyonya Linda, seraya bergerak menghampiri Nyonya Rose yang saat ini berdiri di pintu masuk aula, Nhosa dan Velly serta Tuan Danielpun mengekor di belakang. "Apa yang terjadi?" Tanya Nyonya Linda pada Nyonya Rose yang terlihat panik dan gelisa "Calon pengantin wanitanya hilang," jawab Nyonya Rose dengan nada bergetar "Apa?!" Seru Nhosa dan Ibunya nyaris bersamaan Nyonya Rose menatap kearah dalam aula yang telah diisi para petinggi perusahaan, mitra kerja dan para pebisnis sukses lainnya. "Bagaimana ini? Acara akan segera dimulai, jika pengantinnya tidak kembali mau ditaruh dimana muka kami." Ucap Nyonya Rose pelan dengan risau "Apa sudah ditelpon Karinanya, Tante?" Tanya Nhosa "Sudah sayang, Juan sudah menelponnya puluhan kali tapi gadis itu tidak menjawabnya gadis itu hanya mengirim pesan singkat bahwa ia tidak bisa menikahi Juan karena ada masalah." Jelas Nyonya Rose. "Lalu dimana Juan?" Tanya Nhosa lagi "Dia ada di ruang tunggu pengantin." Jawab Nyonya Rose Nhosa segera melangkah menuju ruangan tunggu pengantin, ia ingin melihat keadaan Juan, Nhosa tau saat ini Juan pasti sangat terpuruk, terlebih Nhosa tau betapa Juan sangat mencintai Karina. Saat membuka pintu ruangan tunggu, Nhosa langsung mendapati Juan telah terduduk lemas dengan pandangan linglung sementara di sampingnya berdiri Mike dan Lucha. "Juan?" Panggil Nhosa membuat Juan langsung menoleh menatap Nhosa yang berdiri di ambang pintu ruang tunggu. Juan bangkit dari duduknya kemudian berjalan menghampiri Nhosa dengan langkah lemas lalu setibanya dia di depan Nhosa, Juan langsung memeluk gadis itu dan berkata "Maukah kau menikah denganku Nhosa? Kau mengatakan padaku saat itu bahwa kau mencintaiku maka maukah kau menikah denganku?" Mendengar ucapan Juan yang begitu tiba-tiba spontan semua orang yang ada di sana langsung terkejut terutama kedua orang tua Nhosa dan Nyonya Rose. "Apa yang kau katakan Juan? Apa kau sedang mabuk? Kau gila!" Sambar Velly kesal dengan tingkah Juan yang menurutnya sangat egois. Juan tertawa lirih "Aku memang sudah gila Velly. Saat ini, aku membutuhkan Nhosa untuk membantuku melupakan Karina. Saat bersama Nhosa sedikit tidaknya dulu aku dapat melupakan Karina." Mendengar ucapan Juan yang mengharapkan Nhosa menjadi pelampiasan membuat kedua orang tua Nhosa langsung dibuat kesal. Nyonya Rose tak mau kalah, ia menghampiri Nhosa lalu memegangi tangan Nhosa "Bantu kami, selamatkan harga diri kami sayang." Pinta Nyonya Rose ikut membujuk Nhosa agar mau menjadi pengantin pengganti Nhosa tertawa getir mendengar ucapan Juan dan Nyonya Rose, dengan tangan menggumpal Nhosa menatap Juan tajam lalu berkata "Baiklah, mari kita menikah Juan." Jawaban yang terlontar dari mulut Nhosa tak kala membuat tercengangnya. Orang tua Nhosa dengan segera menarik tangan Nhosa membawa gadis itu keluar menjauhi ruang tunggu penganti diikuti oleh Velly yang mengekor di belakang. "Apa kau sudah gila? Apa yang ada dalam otak mu hingga kau mengiyakan permintaan gila Juan? Kau tau, Juan saat ini sedang terpukul akibat penghianatan yang dilakukan oleh Karina, kau bahkan tau sebagaimana Juan sangat mencintai Karina. Lalu kenapa kau dengan begitu bodohnya menyetujui pernikahan ini?" Omel Velly yang sudah tak habis pikir akan keputusan Nhosa yang menurutnya bodoh. "Apa yang Velly ucapkan benar Nhosa. Papa tidak akan perna membiarkan mu menikahi Juan." Timpal Tuan Daniel "Apa kau sudah tidak bisa berpikir jerni, Nhosa? Kenapa kau tanpa pikir panjang langsung mengiyakanya, kau itu hanya dijadikan pelampiasan oleh Juan, Nhosa. Sadarlah! Apa cinta telah membuat mu kehilangan pikiran dan akal sehatmu." Lanjut Velly masih dengan emosi yang tak tertahan memarahi Nhosa karena Velly tahu semua kisah Nhosa dan Juan 6 bulan lalu. "Aku tau Velly, aku bahkan sangat tahu bahwa Juan sangat mencintai Karina dan hanya mencintai Karina. Aku tahu, aku hanya dijadikan pelampiasanya saja, aku tau dia hanya menjadikan ku pengganti dan dia tidak mencintai ku. Aku sangat tau tentang itu semua Velly. Tapi Velly, setidaknya aku ingin memiliki Juan meski hanya sementara, aku sudah siap apapun konsekuensinya aku sudah siap menerimanya." Ucap Nhosa dengan mantap dan yakin menjawab segala omelan dari Velly. Nhosa menatap kedua orang tuannya, ia membujuk kedua orang tuanya agar merestui keputusannya. "Baiklah jika itu mau mu, Nhosa." Ucap Nyonya Linda dengan berat hati menyetujui keinginan Nhosa, Namun Tuan Daniel masih tetap tak setuju dan hanya diam mengikuti keinginan sang anak. Setelah mengambil keputusan, Nyonya Linda menghampiri sahabatnya yaitu Nyonya Rose dan memberitahukan bahwa mereka mengizinkan Nhosa menikahi Juan. Nyonya Rose tersenyum senang, ia memeluk Nyonya Linda sambil berkata "Aku berjanji tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Nhosa meski anakku sekalipun." Akhirnya semua orang terlihat sibuk, gaun pengantin dan make up artis di pesan secara dadakan, sementara Nhosa kini duduk di sofa ruang tunggu pengantin dengan tenang. Nhosa sama sekali tidak menyangka akan menikahi Juan setelah apa yang terjadi padanya 6 bulan lalu. Dalam keheningan tiba-tiba kenangan 6 bulan lalu kembali terkenang oleh Nhosa layaknya roll filem, itu hari dimana ia mengenal Juan untuk pertama kalinya. *6 Bulan Lalu* Nhosa, gadis cantik berusia 23 tahun itu terlihat sibuk memasukan pakaiannya kedalam koper berwarna coklat, pasalnya beberapa hari lagi Nhosa akan pergi ke Kota A untuk memulai pekerjaanya sebagai pemagang disalah satu perusahaan besar yang ada di Negaranya, Nhosa sangat bersemangat ia sudah tak sabar memulai kehidupan barunya nanti. Tengah asik membenahi barang, Nyonya Linda Ibunda dari Nhosa masuk dalam kamar dan langsung mencuri perhatian Nhosa. Nhosa sejenak menghentikan aktivitasnya kemudian memandang sang Ibu. "Mama baru saja selsai berbicara dengan teman Mama, Namanya Nyonya Rose. Apa kau masih ingat dengannya?" Tanya Nyonya Linda sembari mendudukan tubuhnya diatas tempat tidur seraya menatap kearah Nhosa. Samar-samar Nhosa teringat wanita paruh bayar berparas cantik dengan darah keturunan Turky, Korea "Hhm aku masih mengingatnya Ma." Jawab Nhosa "Ada apa memangnya?" Nhosa balik bertanya lalu ikut mendukan tubuhnya di samping sang Ibu "Mama menceritakan bahwa kau akan pindah ke Kota A, Tante Rosemu sangat senang dan dia meminta Mama untuk memberitahumu bahwa dia ingin kau tinggal bersamanya." Jelas Nyonya Linda "Jadi Mama mau aku tinggal di rumah Nyonya Rose?" Tanya Nhosa dan Nyonya Linda mengangguk. "Ma, aku ngekos saja. Aku malu jika harus tinggal bersama orang lain dan merasa tidak leluasa jika harus tinggal bersama orang asing." Tolak Nhosa membuat Nyonya Linda menyerengit tak suka "Dengar Nhosa, pertama Nyonya Rose bukan orang asing dia sahabat Mama. Kedua dari kau kecil hingga kau berusia lima tahun Nyonya Roselah yang menjagamu, ke tiga jika kau tinggal di rumah Nyonya Rose, Mama akan merasa itu sangat aman dari pada kau harus tinggal sendiri di kos-kosan, terlebih ini pertama kalinya kau pergi merantau kau belum tahu bagaimana situasi di Kota A. Jadi mau tidak mau kau harus tinggal bersama Nyonya Rose." Titah Nyonya Linda "Tapi Ma..." Nhosa merengek "Tidak ada kata tapi, Nhosa. Jika kau tidak tinggal di rumah Nyonya Rose maka kau tidak akan Mama izinkan pergi." Ancam Nyonya Linda membuat Nhosa mati kutu dan mau tak mau harus mengiyakan keinginan Ibunya itu. Setelah mendapat persetujuan Nhosa, Nyonya Linda akhirnya berdiri kemudian meninggalkan kamar Nhosa dengan wajah sumringah karena tidak sabar ingin memberitahukan Nyonya Rose sahabatnya bahwa Nhosa setuju untuk tinggal dengan Nyonya Rose. "Heeh!" Nhosa hanya dapat menghela nafas berat berdebat dengan Ibunya memang tidak ada kata kemenangan dipihaknya, sebelum Nhosa sibuk kembali memasukan barang bawaanya dalam koper. Tiing!... Bunyi ponsel milik Nhosa pertanda ada pesan yang masuk mencuri perhatian Nhosa, dengan segera Nhosa meraih ponsel pintar yang digeletakannya diatas meja hiasnya. Nhosa menyerengit melihat tanda mawar besar memenuhi layar ponselnya, sebuah chat dari seseorang di aplikasih flower friends masuk melalui kotak pesan pertemanannya, merasa bingung karena dia tidak perna mengirim chat pada siapapun menggunakan aplikasih yang baru digunakannya itu dan juga setahunya di aplikasih itu Nhosa hanya berteman dengan Velly sahabatnya, lalu siapa yang mengiriminya chat? Pikir Nhosa Nhosa mengklik tanda mawar berukuran besar tepat di tengah-tengah layar ponselnya, matanya tiba-tiba terbelalak saat melihat isi chat berupa stiker berbentuk wajah datar sebuah boneka dan wajah marah. "Astaga!.. Velly!!!..." Nhosa berteriak jengkel saat mengingat bahwa tadi Velly sempat meminjam ponselnya dan mengutak atiknya, ternyata Velly meminta pertemanan dan mengirim chat perkenalan pada pemilik akun flower friends bernama @Juan_Pernando, dengan cepat Nhosa mengetik mengirim balasan pada pemilik akun Juan_Pernando itu, nampaknya pemilik akun itu tidak senang karena menerima chat dari Velly menggunakan akun Nhosa. Sementara ditempat lain, Juan dengan wajah datarnya menunjukan chat perkenalan dari akun milik Nhosa kearah Mike, sepupuhnya "Lihat ini!" Ucap Juan "Akibat kau menonaktifkan mode privasi dan menerima permintaan pertemanan sembarangan orang, seorang gadis genit seperti ini langsung mengirimiku chat." lanjutnya meluapkan kekesalanya kearah sepupuhnya itu. Melihat wajah tak bersahabat dari Juan, Mike dengan cepat meraih ponsel di tangan Juan lalu membaca chat yang dikirim oleh akun bernama @Nhosa_Morries. "Kau ini sensitif sekali, Juan. Gadis ini hanya menyapamu dengan kalimat 'hay' tapi kau membalasnya dengan wajah datar dan stiker marah seperti ini." Mike menunjuk kearah stiker yang dikirim Juan sebagai balasan chat dari gadis yang menurutnya menyebalkan itu, ekspresi datar dan marah dari stiker itu seakan mengisyaratkan kata 'Pergi sana!.. Jangan menggangguku' untuk si pengirim chat. Mike tersentak saat merasakan ponsel milik Juan bergetar dalam genggamanya, sebuah mawar memenuhi layar ponsel berwarna navy itu, tanpa buang-buang waktu Mike langsung mengklik tanda mawar dan menampilkan isi dari chat yang dikirim oleh akun bernama @Nhosa_Morries. @Nhosa_Morries : Maafkan aku Tuan karena telah lancang mengirimimu sebuah chat. Jujur chat itu bukan aku yang kirim padamu tapi temanku. Mike tersenyum membaca balasan chat dari Nhosa "Gadis yang polos," seru Mike seraya memeriksa foto profil dari akun bernama Nhosa_Morries tersebut. Mike menyerengit "Apa-apaan ini?" keluhnya membuat Juan penasaran dan langsung menatapnya "Kenapa?" Tanya Juan. "Dia terlalu cepat mengganti foto profilnya, aku bahkan belum sempat melihatnya." Mike mengklik profil Akun milik Nhosa mencari fotonya kembali namun nihil nampaknya pemilik akun Nhosa telah menghapus fotonya lalu menggantinya dengan beberapa foto pemandangan alam. "Apa gadis itu cantik?" Tanya Mike kearah Juan yang masih duduk menikmati buku bacaan di tanganya. "Mana ku tahu," sahut Juan malas. Mike melempar pelan ponsel milik Juan diatas tempat tidur kemudian beranjak pergi meninggalkan si pemilik kamar tanpa pamit ataupun basa basi terlebih dahulu. Berrtt!.. Juan merasakan ponsel pintar yang dilempar Mike bergetar di sampin pahanya namun ia tak menggubrisnya dan masih asyik membaca lembar demi lembar buku yang ada dalam pegangannya. Berrtt!... Getaran kedua dari ponselnya kini mulai membuat keningnya mengkerut merasa terganggu akan getaran ponsel itu. Berrt!.. Getaran ketiga mulai menguji kesabarannya namun ia masih bisa mempertahankan fokusnya pada buku yang dibacanya. Berrrtt!.. Getaran keempat membuatnya kehilangan kendali, ia dengan kasar melepas buku diatas pangkuanya lalu meraih ponsel yang berada tapat di samping paha kanannya. Ia membaca pemberitahuan yang masuk melalui aplikasi flower friendsnya. @Nhosa_Morries baru saja mengunggah sebuah foto, bunyi keterangan yang dibaca Juan, karena akun Nhosa dan Juan berteman jadi apapun yang diunggah Nhosa akan masuk pemberitahuannya pada akun milik Juan begitupun sebaliknya. "Gadis ini benar-benar menyebalkan." gumam Juan seraya membuka percakapan pertemanan untuk mengirim chat pada pemilik akun @Nhosa_Morries itu. Nhosa menatap layar ponselnya bingung begitu sebuah mawar memenuhi layar ponselnya, sebua chat dari akun bernama @Juan_Pernando "Inikan nama akun yang mengirimiku stiker wajah datar dan marah itu, untuk apa dia mengirimiku chat lagi?" pikir Nhosa seraya mengklik mawar yang ada di tengah-tengah layar ponselnya. Bersambung!...

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

TERNODA

read
199.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
72.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook