Juan menunggu penjual es krim keliling di depan rumah Kenzi selama dua jam lamanya. Entah kebetulan atau memang Juan sedang s**l saja, penjual es krim tak kunjung datang. Jam sudah menunjukkan pukul lima, seharusnya sudah datang satu jam yang lalu. Juan sampai merasakan kantuk karena bosan. Tak ada yang bisa menghiburnya di depan sini selain candaan garing dari satpam dan juga ponselnya sudah habis baterai. AKhirnya Kenzi keluar juga. Dia ingin memastikan kalau Juan menyerah. Akan tetapi yang Kenzi temui di depan pagar rumahnya justru kebalikan dari yang dia harapkan. Juan masih menunggu di sana dengan mata terkantuk-kantuk. Sebenarnya Kenzi tahu penjual es krim tidak datang hari ini, melainkan besok. Kenzi sudah diberitahu lebih dulu oleh sang penjualnya.

