“Pagi Ken.” Kenzi yang ada di tangga pun menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Juan dari arah dapur. Dia belum sampai di lantai satu sepenuhnya, jadi belum bisa melihat siapa yang ada di dapur. Sedangkan Juan yang bisa melihat kehadiran Kenzi langsung menyapa. Kenzi melihat jam tangannya, masih jam setengah delapan tapi Juan sudah ada di sana. “Lo berencana buka mal datang jam segini?” “Kan gue pakai sepeda Ken, kemarin juga udah dikasih tahu. Kalau kesiangan nanti panas.” Kenzi hanya mencibik dan kembali ke dapur. Dia melihat piring papa dan mamanya sudah kosong. “Rotinya udah dimakan Ma, Pa?” Baik Katrina atau Martin saling berpandangan. Mereka kompak tersenyum

