Pesona yang Tak Diragukan

2082 Kata

                Ajeng masih memakan bakso di mangkuknya saat Juan datang kembali menemuinya. Juan datang dengan wajah merah seperti menahan marah. Dia tak mengatakan apa-apa dan langsung duduk begitu saja di depan Ajeng. Dari apa yang dilakukan Juan saat ini, Ajeng bisa menebak kalau Juan sedang berusaha untuk mengendalikan amarahnya. Ajeng tak berani bertanya, dia hanya menunggu sampai Juan mau bicara.                 Kelas tujuh dan delapan yang mendominasi kantin pun melihat keduanya yang sedang ada di kantin. Pasalnya semua kelas Sembilan sudah pulang, tapi Juan dan Ajeng masih ada di sekolah karena suatu hal.                 Akhirnya Ajeng menyodorkan air mineral dingin yang ia beli dan masih baru. Biasanya orang kalau sedang marah bisa lebih tenang setelah minum, Ajeng mendengar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN