32

1053 Kata

Satu jam dari kegiatan itu Bambang pun berniat untuk pulang, saat beberapa guru bertanya tentang kenapa dan mengapa ia pulang lebih dulu, Bambang hanya bisa tersenyum dan menjawab bahwa dirinya sudah tidak ada jadwal mengajar lagi. Setelah ia ia benar-benar menuju ke tempat parkir, tapi matanya terlihat saat ia melihat Zara masih berada di sana dengan menunggu entah apa yang ia tunggu. “Nunggu jemputan?” tanya Bambang kemudian sambil ia menghentikan langkahnya beberapa meter dari hadapan Zara. Zara menggeleng dan kemudian bangkit dari duduknya, berjalan perlahan menuju Bambang memegang tubuhnya dan kemudian mencium pipi Bambang perlahan. Tidak. Itu hanya bayangan yang ingin Zara lakukan pada Bambang yang tak mungkin bisa terjadi, karena ia tak seberani itu. Menyimpan perasaan bukan beart

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN