Rayhan menatap langit-langit kamar tempatnya di rawat sekarang sambil memikirkan banyak hal di hidupnya. Sejujurnya dia juga sudah lelah menjadi boneka kedua orang tuanya saja. Dia ingin seperti Dimas dan Marchel yang bisa melakukan yang mereka suka sekalipun memiliki tanggungjawab besar di dalam bisnis keluarga. Rayhan ingin melakukan sesuatu menggunakan kedua tanggannya sendiri tanpa bantuan keluarganya. Tapi sejak laki-laki itu masih duduk di bangku sekolah segala hal yang dia sukai selalu saja di tentang oleh orang tuanya. Rayhan pernah ingin menjadi atlit basket. Dia bahkan sudah memenangkan beberapa pertandingan bersama tim basket sekolahnya dulu. Tapi lagi-lagi semuanya berakhir karena orang tuanya terutama ayahnya menentang kesukaan Rayhan itu. Rayhan pernah ingin memulai bisnisny

