Sena menaiki angkutan umum menuju Rumah Sakit yang diberitahu oleh Bima. Tangannya membawa sebuket bunga dan entah kenapa jantungnya berdebar melebihi biasanya. Jalanan lumayan macet sore ini, membuat perjalanan Sena tidak semulus harapannya. Yang Sena tahu Rayha rajin olah raga, selalu menjaga kesehatan dan jarang sakit. Sehingga mendengar bahwa laki-laki yang sejak dulu tampak sangat bersinar itu masuk Rumah Sakit, hati Sena merasakan perasaan bersalah yang dasyat jika memang dialah penyebabnya. Sudah sangat sore ketika akhirnya Sena sampai di Rumah Sakit tempat Rayhan dirawat. Gadis itu melangkahkan kakinya dengan mantap setelah sebelumnya bertanya pada suster tentang letak ruangan yang diberitahu Bima. Sena mulai berpikir bahwa mulai detik ini dia tidak akan memperlakukan Rayhan seper

