L. KESEPAKATAN

1363 Kata

"Mama dan abah ingin kita menikah," ujar Mirza mengatakannya dengan nada yang mengerikan. Seakan dia akan dilemparkan ke dalam jurang kematian. "Uhuk!!? Apa?!" Yasmin tersedak. Raut wajahnya memucat seketika. "Nah itu, sama! Aku juga sama terkejutnya sepertimu," ujar Mirza kembali menimpali. "Lalu kau bilang apa?" Wajah Yasmin masih menegang. Dia sangat terkejut mendengar berita yang baru saja didengarnya. "Aku sudah menolaknya, tapi Mama dan Abah tetap berkeras pada keinginan mereka. Yasmin, nanti kau tolak ya. Kalau kau yang menolaknya lebih gampang." Mirza mengatur siasat. "Kau 'kan bisa menolaknya lebih keras?!" Yasmin pun ikut-ikutan menekan Mirza. "Kami tidak boleh membantah keinginan orang tua, ayolah Yasmin ... kau jangan macam-macam ya!" Mirza menekan Yasmin penuh nada ancam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN