XLIX. MASALAH Bintang tercenung melihat Yasmin dari kejauhan. Gadis itu justru semakin menarik dirinya menjauh dari segala hubungan. Ia kini seakan memiliki pandangan yang berbeda pada kehidupan. Gelak tawa tak pernah lagi terdengar dari mulutnya. Yasmin lebih sering menyendiri dengan dunianya yang entah apa isi di dalamnya. Terkadang Ia masih mengusap matanya yang basah saat dia sedang bekerja. Memang sangat sulit bagi Yasmin melupakan kekasihnya yang tak pernah kembali. Setiap kali dia mengedarkan pandangannya, di sanalah ia melihat Deniz. Namun, Yasmin tak lagi terluka dan bersedih saat mengingat semuanya. Dia tersenyum, walaupun sambil berlinang air mata, ia menganggap dirinya beruntung dapat merasa mencintai dan dicintai. Semua adalah kenangan yang indah di matanya. Yasmin dan Mirz

