XLVI. PULANGLAH

1298 Kata

Deniz menarik seorang gadis ke dalam pelukannya. Ia menciuminya dengan kasar karena gairah yang menggebu-gebu. Gadis itu meringis dan berusaha menghindar, tapi Deniz menarik kepala belakang gadis cantik itu dan kembali melahap bibirnya. Seketika, ciuman penuh cinta antara dirinya dan Yasmin membayang di pelupuk mata. Dia merindukannya, sangat, sangat merindukannya. Namun, dalam sekejap foto Yasmin berciuman dengan Bintang merampas kenangan manis mereka. Deniz mendorong gadis itu sangat kasar, "Kau pergilah!" Deniz mengusirnya. "Ada apa?" ujar gadis itu bingung, terkadang Deniz lembut, terkadang kasar. Deniz dapat berubah hanya dalam hitungan menit. "Tidak ada, aku hanya tak bisa melakukannya, pergilah!" ujar Deniz. Nampak jelas raut marah terbias di wajahnya. Dia duduk di kursi sambi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN