"Sesuatu terjadi?" tanya Dimitri ketika melihat wajah Alexa sangat sendu dan mendung
"Ya. Sesuatu yang sangat buruk." jawab Alexa
"Nona mungkin bisa membagi nya dengan ku." ujar Dimitri penuh perhatian
"Nanti, Dimitri." gumam Alexa
"Ketika... Aku merasa lebih baik." sambungnya dengan suara yang bergetar
Alexa memejamkan berusaha mengusir bayang bayang Sarah dan Brian dari kepalanya. Sayang nya apa yang dia lakukan justru malah menimbulkan reaksi sebaliknya.
Wajah, ekspresi bahkan suara Sarah dapat kembali terdengar dengan sangat jelas di kepalanya.
Hal itu membuat Alexa membuka kembali kedua matanya dan menghembuskan nafas gusar.
"Dimitri, apa ada obat yang bisa digunakan untuk menghilangkan ingatan? Atau memanipulasinya?" tanya Alexa
"Ada. Ratu atau Ibu anda adalah anak kedua dari Raja Peri terdahulu. Dia menguasai banyak ramuan dan sihir. Tapi semua ramuan memiliki efek samping, Nona. Saya tidak menyarankan anda untuk meminum nya." jawab Dimitri
Alexa menyandarkan tubuhnya, pasrah mendengar jawaban dari Dimitri. Dia mengepalkan tangan nya kuat kuat. Berusaha menahan perasaan kesal dan sesak yang secara bersamaan timbul di dalam dirinya.
'Apa aku harus mengatakan nya pada Brian? Jika dia adalah mateku?' batin Alexa
'Tapi setelah itu apa yang harus aku katakan? Jika aku adalah Vampire? Gila. Itu namanya misi bunuh diri.' lanjutnya
"Identitas anda harus di rahasiakan sampai nanti tiba saat nya, Nona. Jika tidak terlalu di perlukan, aku harap Nona tidak memberitahukan hal ini pada Nona Karina atau Tuan Leon. Walau mereka berdua terlihat bisa di percaya, tapi kita tidak tahu kapan orang terdekat kita akan menjadi musuh." ujar Dimitri, seolah mengetahui isi pikiran Alexa
Alexa mengerjapkan matanya.
"Apa mereka berdua terlihat akan seperti itu?" tanya Alexa cemas
Dimitri menggeleng, "Tidak. Nama keduanya tidak pernah terlihat sebagai penghianat. Tapi ada baiknya kita mengikuti alur ramalan yang sudah di ramalkan untuk anda tentang pertemanan." jelas Dimitri
"Aku bahkan tidak pernah melihat atau mengetahui ramalan kehidupan ku sendiri." gumam Alexa
Dimitri tertawa kecil mendengar ucapan Alexa.
"Karena hal seperti ini tidak selalu tepat. Ada baik nya pemeran utama dalam ramalan tidak mengetahui apapun tentang hidupnya. Biarkan hal seperti ini mengalir seperti air." ungkap Dimitri
Alexa menipiskan bibirnya. Ketika mobilnya melewati sebuah lorong panjang yang ada di tepi jalan, ingatan Alexa kembali ke temuan nya dengan Dimitri.
Manusia yang digigit Vampire.
"Dimitri, bagaimana keadaan manusia yang waktu itu? Apa dia sudah baik baik saja?" tanya Alexa
"Tentu, Nona. Dia sudah kembali menjalankan kehidupan manusia nya dengan normal. Ramuan dan serum itu benar benar bekerja dengan baik." jawab Dimitri tanpa kehilangan fokusnya pada jalanan
"Kau tahu persis bukan itu yang ingin aku tahu." ujar Alexa jujur
"Lalu anda ingin mengetahui tentang apa?" tanya Dimitri dengan senyuman geli
"Bagaimana bisa ada Vampire lain di dunia manusia yang bergerak tanpa sepengetahuan petinggi Kerajaan dan penjaga portal?" tanya Alexa serius
Dimitri menatap sekilas Alexa sebelum akhirnya tersenyum tipis, "Entahlah Nona. Tapi tenang saja, sudah ada tim khusus dari Kerajaan yang bergerak untuk mencari pergerakan Vampire liar itu. Nona tidak perlu khawatir tentang hal seperti ini lagi." jawab Dimitri
"Aku akui, itu mungkin karena penjaga portal yang sempat lengah dan membiarkan Vampire itu menyebrangi portal tanpa izin darinya." lanjut Dimitri
"Atau mungkin dia bisa membuka portal sendiri. Sama seperti anggota Kerajaan." timpal Alexa serius
Dimitri terdiam mendengarnya.
"Tapi itu tidak mungkin. Anggota Kerajaan tahu betul bagaimana hukuman yang akan di terima nya jika dia melanggar sumpah. Lagipula, semua anggota Kerajaan terlahir dengan kekuatan yang besar. Aura nya akan terasa sangat pekat jika memang benar dia yang menggigit manusia waktu itu." sangkal Dimitri
"Kemungkinan ini hanya Vampire biasa yang menyebrangi portal saat penjaga lengah." terka Dimitri
Alexa mengangguk mengerti. Dia kembali menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan menghela nafasnya dengan berat.
"Kau tahu, Dimitri? Entah kenapa aku merasa ketakutan akhir akhir ini." ujar Alexa
"Ya?" sahut Dimitri tidak mengerti
"Iya. Aku ketakutan pada sesuatu yang bahkan tidak aku ketahui." ulang Alexa
"Aku hanya merasa jika... Akan terjadi sesuatu yang buruk. Entah apa." gumam Alexa
Mobil yang dikendarai Alexa masuk ke wilayah perumahan nya yang terletak di atas bukit. Karena tak ingin pemikiran buruk itu memenuhi kepalanya, Alexa mengalihkan pandangan nya ke jendela.
Dia mengamati jejeran mansion yang berdiri mewah dan angkuh di sepanjang jalan.
Mobil terus melaju semakin ke atas. Semakin mewah pula mansion yang dapat Alexa lihat dan nikmati sepanjang perjalanan.
Hingga mobil itu berhenti di sebuah mansion yang berada di paling atas perumahaan.
Dimitri membelokan mobilnya begitu pagar tinggi itu terbuka lebar. Dengan mulus dia mengendarai mobilnya dan berhenti di beranda rumah.
Dimitri keluar dan membuka pintu untuk Alexa.
Alexa menggumamkan terimakasih dan segera berjalan memasuki rumah.
"Nona." panggil Dimitri
"Tuan Ryan bilang, mungkin dia akan berkunjung malam nanti." ujar Dimitri
Alexa mengerjapkan matanya sejenak sebelum akhirnya mengangguk.
"Baiklah. Hidangkan makan malam terbaik." perintah Alexa yang diangguki penuh patuh oleh Dimitri
☸⚛☸⚛☸
Mungkin, inilah arti dari firasat buruk Alexa sejak siang.
Hari sudah beranjak malam. Sang Raja siang sudah beralih menjadi sang Purnama yang tak kalah indah dari ribuan bintang.
Alexa mengulas senyuman kaku. Dengan perlahan dia menurunkan gapu dan pisau di tangan nya ke atas piring berisi steak makan malam nya.
"Bo-boleh di ulang?" tanya Alexa dengan hati hati
"Aku ingin menjodohkanmu dengan Brian, anakku." ulang Ryan. Dia menegaskan kedatangan nya kemari pada Alexa.
Alexa melirik reaksi Brian. Pria itu terlihat biasa saja dan makan dengan tenang.
"Setelah apa yang terjadi di sekolah, aku tahu jika anak ku telah melakukan banyak kesalahan padamu dan itu membuatku malu." sarkas Ryan pada Brian
"Anak ku bahkan menamparmu kemarin. Kau tidak memberitahunya padaku dan aku malah mengetahui hal ini dari orang lain." tambahnya
Alexa terdiam dan menundukkan kepalanya dalam dalam. Dia merasa jika Ryan mungkin sudah tahu bahwa anaknya dan Alexa adalah sepasang mate.
Karena itu Ryan langsung bergerak cepat untuk menjodohkan Brian dengannya. Karena jika Ryan tidak mengetahuinya, Alexa yakin dia tidak akan mengambil langkah ini. Pria itu tahu jika setiap Vampire pasti memiliki mate dalam kehidupan nya.
Ryan juga mengambil keputusan ini untuk menyelamatkan Alexa setelah mengetahui tentang sifat Brian selama ini pada Alexa yang akan menunjukan tanda tanda penolakan.
Brian juga terlihat tenang. Tidak menolak, menyangkal bahkan memaki Alexa karena membuatnya terlibat dalam perjodohan.
Tapi diam bukan berarti Brian menerima perjodohan itu.
Alexa tahu jika Brian pasti akan memaki Alexa di lain waktu. Ketika tidak ada siapapun diantara mereka.
Alexa sangat yakin dengan hal itu.
"Aku tidak tahu." jawab Alexa pada akhirnya
Jawaban tidak terduga yang keluar dari mulut Alexa membuat Dimitri, Ryan dan Brian langsung menatap satu satunya perempuan yang ada di antara mereka dengan bingung.
Terlebih Brian yang mengira jika Alexa menyimpan obsesi yang besar padanya. Dia mengira jika Alexa melakukan semua ini untuk menarik perhatian nya.
"Kenapa?" tanya Ryan dengan hati hati
"Anakku mungkin telah menyakiti mu kemarin kemarin. Tapi bukan berarti jika dia akan menyakitimu selamanya kan?" lanjutnya
"Apa yang anda lakukan, Nona?" tanya Dimitri horror
"Ryan melakukan hal ini untukmu. Agar Nona bisa bersatu dengan anaknya tanpa susah payah." sambung Dimitri tapi Alexa tidak menghiraukan nya
"Jika kau takut karena umurmu yang masih muda, aku tidak keberatan jika kalian bertunangan terlebih dulu. Setidaknya ada ikatan sah diantara kalian yang akan mengikat kalian sampai kalian siap untuk menikah." jelas Ryan dengan cepat
Dia merasa bersalah atas kelakuan putra nya sendiri pada Alexa, anak dari partner kerja sekaligus perdamaian antar dunia nya.
"Ikut aku. Kita harus bicara." tekan Brian pada Alexa
Pria itu langsung beranjak dari duduknya dan pergi menjauh dari ruang makan, tanpa menghiraukan tatapan heran Ryan dan tatapan dingin Dimitri yang mengiringi kepergian nya.
Alexa menelan ludahnya. Dia melirik Dimitri yang mengangguk singkat, mengisyaratkan Alexa untuk mengikuti Brian.
"Ikutlah. Jika anak itu macam macam, teriak atau langsung gigit dia hingga dia pingsan." ujar Ryan serius dengan nada pelan
Alexa mengepalkan tangan nya dan menghembuskan nafasnya gusar. Dia beranjak dari duduknya dan mengikuti arah kepergian Brian dengan berat hati.
"Lamban." sinis Brian ketika melihat Alexa baru menyusulnya ke taman belakang yang terletak tak jauh dari ruang makan
Alexa menghela nafasnya. Benar, tujuan Brian mengajak nya kesini pasti untuk memarahinya.
"Apa alasanmu menolak perjodohan ini?" tanya Brian
"Bukannya ini berarti apa yang kau lakukan untuk menarik perhatian ku sudah berhasil?" dengus Brian
Pria itu menyunggingkan senyuman meremehkan sebelum akhirnya menatap Alexa.
"Selamat, kau berhasil mendapatkan ku dengan cara kotor. Apa sebegitu rendah nya dirimu hingga menghasut Ayahku untuk menjodohkanku dengan mu?" cemooh nya
Alexa terdiam mendengar ucapan penuh dengan kata merendahkan itu. Seumur umur dia menjalani kehidupan nya, tidak pernah ada yang berani meremehkan nya hingga seperti ini.
Apalagi mengatakan jika Alexa berusaha mendapatkan Brian dengan cara kotor.
"Aku juga terkejut mendengarnya, Brian." ujar Alexa pada akhirnya
"Aku terkejut mengetahui jika kedatangan Paman Ryan adalah untuk hal ini." sambung Alexa
"Jangan pura pura, Alexa." tukas Brian
Pria itu menyunggingkan senyuman yang meremehkan. Dia berjalan mengelilingi Alexa dan memperhatikan Alexa dengan tatapan menilai.
"Ayahku bukan orang yang mengambil keputusan tanpa perhitungan. Kira kira apa yang dia pikirkan hingga menjodohkan mu dengan ku secara tiba tiba? Jika bukan karena dia memiliki perhitungan sendiri, kau pasti menghasutnya." ujar Brian
"Aku akan menolaknya, Brian. Tenang saja." seru Alexa
Dia menarik nafas dan menghembuskan nya untuk menenangkan diri.
"Aku akan menolaknya. Tidak perlu ada hubungan mengikat diantara kita." lanjut Alexa
'Aku sudah menderita dengan ikatan mate ini. Tidak perlu di tambah dengan ikatan sah bernama pertunangan atau pernikahan. Bisa bisa aku akan mati dengan semua kesedihan yang mencekik ku.' pikir Alexa
Brian tersenyum.
"Terima saja." ujarnya
"Terima perjodohan ini. Kau mempunyai punya waktu 20 hari. Dan selama itu, kau akan melihat ku bersama Sarah. Jika kau menyerah, batalkan perjodohan ini. Tapi jika dalam waktu 20 hari kau bisa menarik perhatianku, maka aku akan menjauhi Sarah dan menjadi milikmu walau aku tidak mau." lanjut Brian
"Menguntungkan mu, bukan? Aku harap kau mampu menarik perhatian ku dan selama itu juga, kau bebas berinteraksi dengan laki kaki manapun." seru Brian
Hingga hal ini membuat Alexa mendesah lelah. Dia tidak habis pikir dengan permainan gila yang dibuat oleh Brian.
Ini bukan hal yang mudah untuk Alexa. Dengan begini sama saja dengan dia memainkan takdir mate yang ada di antara mereka.
Sebelumnya tidak ada yang pernah memainkan sebuah hubungan spesial yang di takdirkan dalam setiap kehidupan makhluk immortal. Entah karena mereka kebanyakan mendapatkan mate dari kalangan immortal juga atau malah karena mereka tahu seistimewa apa sebuah hubungan mate.
Ini bukan permainan untuk mendapatkan hati Brian.
Ini permainan untuk menghilangkan nyawa Alexa sendiri.
Dan sebelum Alexa memberikan penolakan, Brian sudah berlalu dengan senyuman misterius menuju kembali ke ruang makan.
Samar samar Alexa dapat mendengar jika Brian mengatakan sesuatu pada Ayahnya.
"Alexa sudah setuju, Ayah."
"Dia menyetujui pertunangan antara dirinya dan aku."
:: Author Note::
Kasian amat Alexa. Pasti dia tertekan :(