Pertemuan pertama
Pagi itu cuaca di kota Bandung terasa sangat dingin sekali. Hiruk pikuk keramaian kota pun mulai terlihat ramai. Andika seorang Dokter terlihat sangat tampan memakai sepatu pantofel dan Mengenakan jas dingin serta syal di leher. Berjalan menuju terminal Bus. Cuaca di Indonesia sekarang memasuki musim penghujan. Jalan jalan nampak licin banyak orang yang mengurangi kecepatan kendaraanya.
Ketika Andika memasuki Bus antar kota ia memilih tempat duduk yang dekat jendela. Namun Salsa tiba tiba duduk di samping Andika, dan meminta Andika untuk geser dari tempat duduknya. Andika hanya bisa tersenyum dan mengikuti permintaan Salsa.
"kak boleh tidak aku yang duduk di sebelah jendela?" pinta Salsa.
Salsa sangat ingin duduk di sebelah jendela. Salsa ingin menikmati pemandangan di kota Bandung menuju Jakarta. Ia tak sabar ingin melihat kota Jakarta dan memulai karirnya.
"oh boleh, kalau kau ingin duduk di sini aku akan bergeser," jawab Andhika.
Mata Andika pun mulai menatap kedua bola mata Salsa, ia yang tak mengenal Salsa pun mulai ingin mengetahui identitas Salsa. Sembari menggeser tubuhnya pindah dari tempat duduk, Ia pun tersenyum kagum melihat Salsa.
"Terimakasih kak, hari ini aku akan memulai karirku di kota Jakarta," ucap Salsa.
Salsa pun nampak senang. Sembari melihat ke arah jendela Mobil. Ia melihat banyak penumpang yang akan memasuki Bus. Andika Yang duduk di sampingnya mulai mengajak Salsa berkenalan. Ia Ingin mengetahui nama gadis yang berada di sebelahnya.
"Em bolehkah aku mengetahui siapa Namamu?" tanya Andika.
Andika sambil mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Salsa. Salsa pun menyambut tangan Andika dengan salaman yang ramah.
"Namaku Salsa, nama kakak siapa?" tanya Salsa.
Salsa tak tau nama Andika itu pun menanyakan siapa namanya. Salsa menatap wajah tampan Andika, wajah Andika terlihat agak merah, seperti nampak sangat malu.
"Namaku Andika," jawab Andika.
Saat bus melaju dengan kecepatan 80 km/jam itu mendadak memberhentikan mobilnya. Tubuh Salsa terayun dan mendarat di d**a Andika.
Dek dek dek suara detak jantung Andika nampaknya Andika sangat terkejut tiba tiba memeluk Salsa. Salsa yang kaget itu menatap wajah Andika. Andika pun terdiam hingga beberapa detik. Saat mereka sadar kalau Tubuh Salsa berada di d**a Andika. Mereka pun saling menjauh, Salsa dan Andika Nampak malu, rasa malu menyelimuti wajah keduanya. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk tidur.
"ah malu sekali aku," ucap Salsa.
Salsa berbicara dalam hati, ia sangat malu dengan kejadian yang baru ia alami. Setelah beberapa Menit Salsa pun tertidur, ia tak menyadari kalau kepalanya berada di pundak Andika. Andika yang sedari tadi tidak tidur menikmati momen itu.
"Alhamdulillah, Akhirnya aku mulai menemukan wanita yang cocok denganku," gumam Andika dalam hati.
Andika merasa kalau Salsa adalah seorang wanita yang cocok dengan kriterianya. Anggun dan mempesona, Salsa sangat terkejut saat ia berada dalam pelukan Andika. Ia mengangkat tubuhnya menjauh dari Andika. Karna malu ia tak berani menatap Andika.
"Tenang, enggak usah malu aku bukan lelaki yang jahat, aku juga bukan Lelaki yang memiliki pasangan, aku masih single kok," ucap Andika. Andika yang mengetahui perasaan Salsa pun menjelaskan siapa dirinya.
Bus pun berhenti di terminal. Salsa pun turun dari mobil menuju terminal. Ia pun duduk di kursi tunggu. Saat ia merasa haus Salsa mengambil botol yang berada di sampingnya dan Andika yang melihat geraknya Salsa itu pun menatap kedua bola matanya. Salsa pun menatap kedua bola mata Andika. Rainer yang sudah tiba di terminal itu pun melihat keduanya sedang bertatapan. Ia pun mengagetkan keduanya dengan suaranya.
"Hem hem hem,"ucap Reiner.
Salsa yang mendengar suara Rainer itu pun segera mengambil botol minumannya dan meminum airnya hingga habis. Salsa berusaha agar tak diketahui sepupunya kalau ia sedang mengalihkan pandangan.
"glek glek glek," suara Salsa sedang minum.
Rainer pun mencoba untuk menggoda Salsa, Ia sangat senang bisa menggoda sepupunya. Setiap Salsa marah Rainer pasti akan menggodanya kembali.
"Hem haus iya sampai habis satu botol," ucap Reiner meledek Salsa.
"Em haus, kakak kurang lama menjemputnya," ucap Salsa. Salsa menjawab dengan nada slow, Sembari melihat botol yang ia pegang. Andika pun hanya menatap Salsa yang sedang melihat botol yang ia pegang.Rainer lalu mengajak mereka pulang.
"Ayo kita pulang, Mau nunggu apa lagi disini," ajak Reiner.
Salsa dan Andika pun berdiri dan mengangkat tas yang mereka bawa.
"Ayo kita pulang," jawab Salsa. Salsa berjalan menghampiri Kakak sepupunya dan memberikan tasnya.
"berat kak!" Salsa meminta Rainer untuk membawakan tasnya.
"Sini aku bantu." Rainer mengambil tas Salsa. dan mereka berjalan memasuki mobil Rainer. Saat mereka berdua masuk ke mobil Salsha sangat terkejut melihat Andika masuk ke dalam mobil.
"Loh kok dia masuk mobil kak?" tanya Salsa. Salsa sambil menengok ke belakang dan melihat Andika yang sedang duduk.
"Ya kan kakak enggak cuman jemput kamu Sa, Kakak juga jemput Andika, Dokter Yang nantinya satu tim sama kamu."
Rainer pun menjelaskan ke Salsa siapa Andika sebenarnya. Salsa yang mendengar jawaban Reiner sangat terkejut.
"Apa kak Dokter! Berarti dia pembimbingku dong," teriak Salsa. Salsa hanya bisa meremas remas jarinya ia pun tambah merasa salah tingkah.
Salsa sangat terkejut ketika mendengar Reiner mengatakan.
"Iya Sa, bahkan Apartemen yang kau tempati juga bersebelahan," ucap Reiner dengan senyuman menggoda.
Rainer memberitahu Salsa kalau Apartemen yang Ia tempati bersebelahan dengan Andika. Rainer mengetahui kalau sepupunya salah tingkah Itu terus menggodanya.
"Bukanya lebih baik kalau bersebelahan dengan Dokter pembimbing bisa belajar bersama, bercinta bersama juga enggak apa apa kok," ucap Reiner meledek Salsa.
Andika yang mendengar Rainer berbicara hanya bisa tersenyum lebar.saat mereka sampai mereka pun turun dari mobil menuju Apartemen. Salsa yang salah tingkah itu pun salah menggandeng tangan, ia menggandeng tangan Andika, Ia mengira kalau itu sepupunya.
"Ayo kak cepat kita ke Apartemen, aku lelah," ajak Salsa.
Andika berjalan dengan wajah tersenyum dan membawa Salsha ke Apartemennya. Salsa pun masuk ke Apartemen Andika. Ia menuju kamar Andika dan tidur. Andika pun tidur bersebelahan dengan Salsa. Salsa tak menghiraukan Andika. Justru ia malah curhat dengan Andika.
"Ah cowok ganteng itu kak, Membuatku jatuh cinta andaikan saja dia belum punya pasangan pasti aku mau deh jadi pacarnya," ucap Salsa.
Andika yang mendengar Salsa hanya bisa tersenyum dan menjawab.
"Emm," jawab Andika.
Salsa pun tersenyum senyum sambil mengingat wajah Andika.
"Kalau ingat wajahnya kak Rasanya ingin banget memeluknya Ingin banget jadi kekasihnya."
Andika lalu memeluk Salsa, Ia pun mengungkapkan perasaanya.
"Maukah kamu menjadi kekasihku?" Tanya Andika.
Salsa yang berada dalam pelukan Andika itu pun merasa deg degan. Ia sangat malu. Ia pun tak berani menjawab pertanyaan Andika. Ia malah memejamkan mata. Andika mencium bibir Salsa. Salsa sangat menikmati momen itu. Rainer pun masuk ke kamar Andika, ia memergoki Andika sedang berciuman dengan Salsa.