Cek toko bunga

1740 Kata
Karena sangat ingin jika bisa mengirimkan bunga dengan tema yang romantis, Andika pergi ke toko bunga untuk memberikan bunga kepada Salsa. "Aku harus mengirimkan Salsa buket bunga yang indah, aku juga akan memberikan sebuah puisi agar dia bisa mengetahui betapa sayangnya aku padanya." Andika pergi ke sebuah toko bunga. "Mbak tolong siapkan bunga, tapi jangan bunga yang seperti kemarin," ucap Andika sambil tersenyum. "Bunga yang kemarin, sangat lucu jika diberikan kepada pasangan," Jawab pegawai toko dengan sangat ramah. "Aku justru ditertawakan gagal memberikan bunga sintetis, pacarku sangat tidak ingin jika aku memberikan bunga sintetis untuknya." Andika tersenyum menjawab pegawai toko yang sangat ramah. "Aku juga sebagai seorang wanita sangat menolak jika diberikan bunga sintetis, karena bunga yang palsu menandakan bahwa cintanya yang diberikan kepadaku palsu." "Aku juga kemarin sempat mendengar seperti itu, pacarku justru merasa marah dan menolak bunga yang aku berikan, padahal aku sangat berharap bunga itu bisa bertahan lama di lemarinya." Sikap hemat Andika selalu ditunjukan, dirinya memang tidak ingin jika bersikap sangat boros. "Aku akan merangkaikan bunga yang biasa dibeli oleh pria, aku jamin dia akan sangat menyukai bunga ini." Pegawai toko segera merangkai bunga yang sangat indah, Andika melihat cara bekerja pegawai toko itu. "Kamu ternyata sangat pandai merangkai bunga, sungguh aku benar-benar merasa kagum." Andika tersenyum sambil memandangi pegawai tersebut, pegawai itu mulai merasa jika Andika memiliki perasaan kepadanya. "Sepertinya pria ini tertarik oleh pesona kecantikan yang aku miliki," gumam pegawai toko itu. "Sudah pasti jika kecantikanku mampu membuat pria jatuh cinta denganku." Wanita yang sangat percaya diri akan kecantikan yang dimilikinya, menatap wajah seorang pria yang ada di depannya, tentu membuat wanita itu merasa sangat bersemangat dalam merangkai bunga. "Meskipun pria ini mencintaiku, aku akan merangkaikan bunga yang indah agar dia bisa menemuiku lagi." Sikapnya sungguh membuat Andika merasa tersenyum. "Sepertinya wanita ini sangat menyukai jika aku menatapnya seperti ini, untuk menghilangkan rasa jenuh ku kepada Salsa, mungkin wanita ini bisa aku gunakan untuk menghilangkan rasa kesepianku." Andika berpikir jika dirinya butuh teman wanita untuk bisa menghibur dalam kesepian nya. "Aku perhatikan, sepertinya kamu terlihat sangat cantik sekali, melihat wajahmu yang begitu mempesona, sungguh aku mulai tertarik denganmu." Andika memuji pegawai toko yang sedang merakit bunga. "Benarkah? Sungguh Aku tidak percaya mendapat pujian dari pria yang sangat tampan," jawab pegawai toko itu sambil tersenyum bahagia. "Aku sangat ingin mengetahui Siapa namamu?" Andika bertanya mengenai nama wanita itu. "Namaku Jihan, aku sudah sangat lama tidak memiliki pasangan, bisa dipastikan Jika Aku adalah seorang Jomblo." Jihan memang senang menggoda pria yang tampan, berbagai cara akan dilakukan untuk bisa mendapatkan suami yang kaya raya. "Sungguh sangat senang sekali Jika ada wanita jomblo yang mau menjadi kekasihku," ucap Andika sambil tersenyum bahagia. "Aku tidak pantas jika bersanding dengan Tuan yang sangat tampan, melihat jika diriku memiliki beberapa keterbatasan sungguh aku tidak pantas menjadi pasangan tuan." Jihan mencoba merendahkan dirinya agar bisa mendapatkan perhatian dari Andika. "Aku rasa kamu benar-benar sangat mempesona, sungguh aku sangat menyayangi wanita yang memiliki karakter pemalu." Andika terus menggoda wanita itu sampai dirinya merasa sangat bahagia. "Ini bunga yang Bapak minta sudah aku tata dengan sangat indah," ucap Jihan sambil memberikan bunga. "Baiklah aku akan menerima bunga ini, Aku minta kertas untuk aku tuliskan rangkaian puisi yang sangat indah." Andika akan menuliskan beberapa puisi cinta yang akan diberikan kepada seorang wanita, berharap jika puisi itu bisa membuat wanita menjadi jatuh cinta kepadanya. "Ini kertas yang tuan minta, subuh Aku sangat kagum dengan keromantisan tuan." Pegawai toko itu tersenyum sambil memandang wajah Andika. "Aku akan merangkai sebuah puisi, aku rasa puisi ini mampu membuat wanita jatuh cinta denganku." Beberapa puisi yang sangat indah Andika tuliskan untuk diberikan kepada wanita yang cantik di depannya, berharap jika wanita itu bisa mengisi kekosongan Andika saat lelah. "Setidaknya aku sangat butuh wanita untuk bersenang-senang, Aku lelah jika harus mencari Cinta Salsa, aku akan sangat bahagia jika bisa mendapatkan wanita yang bisa aku pergunakan untuk bersenang-senang." Andika tersenyum bahagia saat dirinya bisa menemukan wanita yang akan digunakan untuk menemaninya dikala sendiri. "Ini bunga untukmu," ucap Andika sambil tersenyum. Wanita itu sungguh tidak menyangka jika Andika memberikan bunga untuk dirinya, selama ini dia menganggap Jika bunga itu akan diberikan kepada pacar Andika. "Aku bukan pacar mu, Kenapa kamu memberikan bunga ini untuk ku?" Jihan sangat bingung dengan sikap Andika. "Iya memang benar kamu bukan kekasihku, tapi tidak ada salahnya jika aku memberikan bunga ini untukmu." Andika tersenyum sambil berharap jika bunganya akan diterima. "Baiklah aku akan menerima bunga ini, sungguh aku sangat senang bisa mendapatkan bunga semahal ini." Wanita itu tersenyum. Jihan memang tidak pernah mendapatkan seorang pria yang tampan, tentu dirinya akan sangat bahagia ketika bisa mengenal Andika, menatap wajah Andika yang begitu perhatian tentu membuat Jihan semakin jatuh cinta kepadanya. "Ini adalah hal yang sangat membuatku merasa bahagia," ucap Jihan dengan begitu polos. "Aku sangat senang jika kamu bisa menerima bunga ini, sungguh aku benar-benar merasa bahagia kamu mau menerimanya." Andika sangat senang upaya untuk bisa membuat wanita itu tersenyum sudah bisa berjalan dengan sangat baik, rencana untuk memberikan bunga kepada Salsa menjadi hilang. "Daripada aku memberikan bunga kepada wanita yang tidak pernah menganggapku, lebih baik aku berikan bunga ini kepada Jihan," ucap Andika di dalam hati. Ini adalah sesuatu yang bisa membuat Andika tersenyum, mengingat pertengkarannya kepada beberapa wanita, membuat Andika semakin merasa kurang bahagia, apalagi tekanan pekerjaan yang begitu banyak tentu membuat Andika merasa lelah. "Apakah boleh nanti sore aku mengajakmu untuk pergi bersenang-senang," ucap Andika sambil berharap jika wanita itu mau menemaninya. "Sungguh Aku sangat ingin menemanimu, sudah sangat lama sekali aku tidak keluar untuk bersenang-senang." Jihan merasa bahagia saat dirinya di ajak untuk pergi, ini adalah sesuatu yang sangat menggembirakan. Andika tersenyum sambil memandangi wajah Jihan, saat itu juga Andika tidak akan pernah membuang kesempatannya untuk bisa bersenang-senang. "Setidaknya sebelum aku mendapatkan hati Salsha, Aku harus bisa bahagia." Andika ingin membalaskan rasa cemburunya, selama ini dia selalu merasa sakit hati ketika melihat Salsha dekat dengan beberapa pria. "Baiklah, Aku akan segera pulang, nanti aku pasti akan datang menjemputmu." Baru kali ini anda bisa membuat wanita jatuh cinta kepadanya, sikap setia yang dulu selalu dijaga, ini akan Andika hilangkan, dirinya tidak ingin jika terus menjaga seorang wanita yang hanya membuatnya kesal. "Mencintai seorang wanita memang tidaklah mudah, tapi jika hanya untuk bersenang-senang mungkin tidak ada yang dirugikan," gumam Andika sambil tersenyum. Adiknya berjalan meninggalkan sebuah toko bunga menuju ke suatu tempat, Andika sangat ingin mengetahui mobil Bagas yang rusak, saat itu juga dengan tidak sengaja adiknya melihat ada Reza disana. "Kenapa aku bisa melihat pria ini, padahal aku sudah berusaha untuk tidak mengingatnya lagi." Andika sangat kesal Ketika Harus melihat ada pria yang datang menemui dirinya. "Apakah kamu dokter Andika?" Reza bertanya kepada Andika, saat Andika datang untuk melihat kejadian mobil Bagas yang masuk ke dalam sungai. "Iya, Aku adalah dokter Andika." Andika mencoba untuk menjawab pertanyaan Reza dengan wajah tersenyum, meskipun di dalam hatinya memiliki kekesalan saat melihat Reza bersama dengan wanita yang sangat dicintainya. "Sungguh sangat senang sekali bertemu dengan Dokter," ucap Reza dengan menunjukkan wajah sangat ramah. "Sebenarnya aku datang ke sini untuk melihat tempat kejadian kecelakaan Bagas, aku sangat kasihan ketika melihatnya harus menghadapi semua ini." Andika bersikap simpati agar bisa Dirinya bisa terlihat baik di mata orang lain. "Mobil ini terlihat sangat rusak parah, namun belum diketahui Apa penyebab kecelakaan?" Reza masih mencari barang bukti untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang terjadi. "Aku berharap mudah-mudahan bisa segera menemukan jalan keluar dari masalah ini, mengingat jika sesuatu yang terjadi begitu sangat cepat, hingga mobil rusak parah." Reza melihat kondisi mobil yang rusak parah, diperkirakan karena laju mobil begitu kencang. "Mungkin dia mengemudi dengan sangat kencang, sehingga saat akan memberhentikan mobilnya, Bagas gugup dan terjadi oleng sampai masuk ke dalam jurang." Andika mulai menebak posisi kecelakaan itu terjadi. "Aku juga berpikir seperti itu, mobil ini tentunya melaju sangat kencang, sampai terjadi oleng dan membuat terpelanting masuk ke dalam jurang." Reza dan Andika terlihat sangat akrab saat mengobrol. Meskipun terlihat di dalam wajah Andika, jika dirinya merasa sangat cemburu dengan sikap Bagas selama ini. "Jika bukan karena aku ingin mengetahui sejauh mana dia luka-luka, Aku tidak akan mau datang ke tempat ini, sungguh hatiku terasa sangat sakit saat melihat wanita yang sangat aku cintai dekat dengannya." Andika mengingat peristiwa yang sangat menyedihkan saat dirinya berdebat dengan Bagas. Bagas begitu sangat bahagia ketika melihat Andika dipermalukan di depan Salsa, rasa sakit hati tentu akan tumbuh didalam hati Andika, Namun karena tidak ingin jika sampai terjadi sesuatu pada hubungannya, Andika menahan semua rasa sakit itu di dalam hatinya. "Sebenarnya aku sangat bahagia ketika melihat Bagas mengalami ini, sungguh dia memang benar-benar membuatku merasa kesal," ucap Andika dalam hati. "Aku dengar kamu sangat dekat dengan Salsa?" Reza bertanya kepada Andika. Andika sangat terkejut ketika mendengar pertanyaan dari Reza. "Aku tidak menyangka kamu mengetahui hal itu," jawab Andika sambil tersenyum. "Salsa sering bercerita mengenai dirimu, tentu saja aku sangat mengetahui siapa sebenarnya pria yang Salsa cintai." Reza sangat ingin membuat Andika merasa senang jika mendengar ucapannya. "Sayang sekali aku tidak ingin mengetahui siapa pria yang dicintai oleh Salsa, Karena aku tahu jawabannya pasti akan menyakitkan hatiku." Andika menjawab ucapan Reza sambil tersenyum. "Ayolah, Jangan pernah merasa minder dengan sesuatu yang terjadi, aku yakin kamu pasti bisa mendapatkan semuanya.'' Andika sangat terkejut ketika mendapat motivasi dari pria yang ada di sampingnya, selama ini Andika selalu bersaing untuk bisa mendapatkan hati wanita yang sangat dicintainya, namun berbeda dengan Reza, Andika justru mendapatkan motivasi yang sangat bermanfaat. "Bukankah kamu juga mencintai Salsa?" Andika memberanikan diri untuk bertanya mengenai hal ini. Namun sepertinya Reza tidak mau menjawab pertanyaan Andika, Reza justru tersenyum saat mendengar pertanyaan itu diberikan untuknya. "Aku tidak bisa menjawab hal ini, karena aku tidak tahu kuasa Allah yang datang." Reza berpikir Jika sesuatu yang terjadi semuanya karena kehendak Allah, sebagai manusia biasa tentu tidak bisa menentukan takdirnya. Senyuman manis terlihat sangat jelas di wajah Reza, namun senyuman itu justru membuat Andika semakin penasaran dengan sesuatu yang ada di dalam hati Reza. "Mengapa pria ini tidak begitu semangat untuk bisa mendapatkan hati Salsha, Kenapa dia justru mendekatiku?" Andika sangat bingung melihat sikap Reza yang mendekatinya. Meskipun dirinya tahu jika Reza memang memiliki perasaan kepada Salsa. "Cinta itu tidaklah menjadi sebuah pertengkaran, tapi ketika kita bisa mencintai seseorang, hendaklah untuk bisa menjadikan Sahabat setiap saingan kita." Reza tersenyum sambil berjalan pergi meninggalkan Andika. Saat itu juga Andika sangat bingung dengan ucapan Reza. "Sebenarnya apa maksudnya mengatakan itu semua?" Sungguh Andika dibuat bingung melihat sikap Reza yang begitu pandai untuk menyembunyikan sebuah rahasia.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN