Chapter 22

1394 Kata

Setengah jam kemudian, Raymon dan rombongannya, serta Lola, kembali lagi ke rumah Laura. Tidak sukar bagi Raymon membujuk anaknya kembali ke peti karena dah dibookingin spot di warung pentol langganan Kekei buat acara mukbang.  Wajah Laura kehilangan ronanya melihat sosok boneka itu. Sepanjang waktu, dia terus memeluk lengan Samuel meskipun Putri Sukeisih sudah disimpan dalam peti. "Lau aman?" Lola bertanya, wajah Laura yang sedikit memucat membuatnya sedikit khawatir. "Gak papa, aman," ucap Laura sambil  tersenyum, walau di hati ia masih gelisah dan ketakutan. "Terus kenapa masih pegangan, 'kan vlog-nya udah selesai," ucap Samuel meledek.  Laura langsung jengkel dan melepaskan tangan Samuel. "Gak sengaja," ucapnya sedikit ketus. Raymon menghadapnya dengan sungkan. “Eh, maaafin anak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN