Chapter 23

1458 Kata

Keduanya kembali ke ruang tamu. Lampu dimatikan supaya ruangan temaram untuk membantu tidur nyenyak. Samuel mengambil selimut pink-nya beserta beberapa bantal untuk pindah ke lantai di bawah sofa yang akan ditiduri Laura. Pria itu dengan santainya menata bantal-bantal untuk membuatnya nyaman tidur sementara Laura berdiri di sana dengan sedikit gugup. Jantungnya tidak berhenti berdetak dari tadi karena pria pujaan hatinya berada dekat sekali dengannya. Apalagi tadi ia dipanggil sayang oleh Sam, tentu saja Laura semakin klepek-klepek dibuatnya. Samuel berpikir setidaknya lantai ruang tamu Laura dilapisi dengan karpet berbulu yang cukup nyaman untuk tidurnya. Ia sudah mengantuk dan siap membaringkan tubuhnya sebelum melihat Laura masih berdiri canggung di sofa. “Kok berdiri di situ? Gak tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN