Sementara itu, setelah malam penuh ketegangan, Samuel dan Laura menyempatkan bermain m***m-m***m untuk menenangkan diri. “Sam, aku gak kuat lagi ...,” lirih Laura di keremangan sudut kamar tidurnya. Kepala Samuel terbenam di gundukan ternikmat berpucuk muda dan manis milik Laura. Decapan lidahnya pengganti kata-kata bahwa Samuel sedang kelaparan akan rasa tubuh Laura. Sepeninggal Lola, mereka b******u mesra hingga ke kamar dan entah bagaimana Laura bisa tersandar di sudut ruangan, di sebelah lemari baju dan gorden yang masih tertutup. Samuel menarik kaos tidur yang dikenakannya ke atas kepala, meloloskan baju itu dari tangannya dan teronggok di lantai, menyusul bra rendanya. Tangan kekar mencengkeram gundukan kalis Laura, membuatnya terus mendesah memelas. Tangan Laura menyusup ke dalam

